Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Thomas Djiwandono, melakukan pertemuan strategis dengan Nicholas Moore, Utusan Khusus Perdana Menteri Australia untuk Asia Tenggara, pada Senin di kantor pusat Macquarie Bank, Sydney. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi dan keuangan antara Indonesia dan Australia.Salah satu topik utama dalam diskusi tersebut adalah rencana penerbitan Kangaroo Bond, yakni surat utang negara yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia dalam denominasi Dolar Australia (AUD). Instrumen ini bertujuan untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memperluas jangkauan investor global, khususnya dari Australia dan kawasan Pasifik.“Kangaroo Bond tidak hanya menjadi instrumen fiskal yang strategis, tetapi juga simbol komitmen kuat antara Indonesia dan Australia dalam membangun kemitraan ekonomi jangka panjang,” ujar Thomas dalam pertemuan tersebut.Selain membahas instrumen pembiayaan negara, Wamenkeu Thomas juga menyoroti pentingnya pengembangan financial special economic zones (FSEZ) di Indonesia. Zona ekonomi khusus ini diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan sektor jasa keuangan, sekaligus menarik lebih banyak investasi asing langsung (FDI) melalui penyediaan regulasi dan insentif yang kompetitif.Thomas menegaskan bahwa pembangunan talenta di sektor jasa keuangan menjadi kunci penting dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional. “Peningkatan kapasitas SDM di sektor ini tidak hanya berdampak pada kepercayaan investor, tetapi juga menjadi fondasi bagi sistem keuangan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan,” tambahnya.Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana konstruktif tersebut, kedua belah pihak juga berbagi pandangan tentang strategi pemulihan ekonomi pascapandemi dan peran sektor keuangan dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan digital.Wamenkeu menyampaikan keyakinannya bahwa melalui strategi pembangunan sektor keuangan yang inklusif dan terintegrasi dengan agenda pembangunan nasional, Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi financial hub di kawasan, bahkan di tingkat global.“Dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga dan reformasi struktural yang terus didorong, Indonesia siap menjadi pusat pertumbuhan baru dalam lanskap keuangan dunia,” pungkas Thomas.Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wamenkeu ke Australia dalam rangka memperkuat diplomasi ekonomi serta memperluas jejaring internasional untuk mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting