Jakarta (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjanjikan iklim investasi yang ramah, aman, dan menguntungkan kepada para calon investor. Hal tersebut disampaikan saat membuka Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa.Dalam forum yang dihadiri perwakilan kedutaan dari 10 negara serta puluhan investor domestik dan mancanegara itu, Luthfi mempromosikan langsung peluang investasi di Jawa Tengah dengan menawarkan 15 proyek strategis yang siap digarap.“Tenaga kerja di Jawa Tengah sudah terampil dan sesuai dengan kebutuhan usaha. Mereka dilatih melalui Balai Latihan Kerja (BLK), dan sumber daya alam juga banyak serta potensial untuk dikembangkan,” ujar Gubernur.Luthfi menekankan bahwa Pemprov Jateng menjamin kemudahan perizinan melalui sistem one gate system atau pelayanan satu pintu yang efisien dan tidak berbelit-belit. Ia juga memastikan tidak ada gangguan keamanan seperti premanisme, serta masyarakat Jawa Tengah yang menjunjung tinggi nilai tepa selira, menjadikan lingkungan usaha kondusif.“Investasi di Jateng tidak harus besar. Fokus kami adalah sektor padat karya, sehingga investor mendapatkan tenaga kerja siap pakai, dan masyarakat memperoleh kesempatan kerja. Itu win-win solution,” tambahnya.Selain jaminan iklim investasi, Luthfi juga menyoroti program kesejahteraan buruh yang telah diluncurkan Pemprov, seperti subsidi transportasi umum, koperasi buruh, serta fasilitas daycare bagi anak-anak pekerja.Adapun 15 proyek yang ditawarkan mencakup berbagai sektor, antara lain:Pembangunan PLTM Banjaran & Logawa (Kabupaten Banyumas)Pengembangan PLTP Candi Umbul Telomoyo – Geo Dipa EnergyProyek Geothermal dan Pengambilan Mineral – Geo Dipa EnergyPengolahan Sampah menjadi RDF (Kabupaten Grobogan)Kawasan Khusus Perikanan Terpadu dan Industri Udang Vaname Terpadu (Kabupaten Cilacap)Industri Perikanan Terpadu (Kabupaten Pati)Pengolahan Garam Industri (Kabupaten Jepara)Industri Mokaf (Kabupaten Banjarnegara)Industri Kelapa Terpadu (Kabupaten Cilacap)Pusat Regional Komoditas Pertanian (PRKP) dan Sub Terminal Agribisnis (Kabupaten Grobogan)Transformasi TKL Ecopark (Kota Magelang)Pengembangan Wisata Pulau Panjang (Kabupaten Jepara)Pembangunan Rumah Sakit Green Hospital (Kabupaten Semarang)Kepala Administrator KEK Kendal dan KEK Industripolis Batang, Tjertja Karja Adil, turut menyampaikan bahwa Jawa Tengah kini tengah menjadi magnet investasi. Menurutnya, tren relokasi industri dari China dan Korea telah mengalir ke kawasan industri di Kendal dan Batang.“Hingga saat ini, ada 128 pelaku usaha di KEK Kendal dan 48 di KEK Batang. Mereka berasal dari berbagai negara, seperti China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, hingga Malaysia,” ungkapnya.Senada, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Riyatno, menyebut bahwa Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi paling menarik bagi investor. Potensi besar serta dukungan kebijakan menjadi daya tarik tersendiri.Sebagai informasi, target investasi Jawa Tengah tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp78,33 T. Hingga triwulan I, telah terealisasi Rp21,85 T atau 27,89% dari target. Realisasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp14,08 T dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,77 T.Lima sektor dominan dalam realisasi investasi di Jateng meliputi industri tekstil, barang dari kulit dan alas kaki, industri karet dan plastik, industri makanan, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.Sementara itu, lima besar negara investor berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, Hongkong (RRT), Singapura, dan Belanda. Investasi tersebut juga berhasil menyerap 97.550 tenaga kerja, dengan penambahan 20.431 proyek pada kuartal pertama tahun ini.“Dengan iklim investasi yang stabil, dukungan infrastruktur, serta SDM unggul, Jawa Tengah siap menjadi mitra strategis bagi investor dalam dan luar negeri,” pungkas Gubernur Ahmad Luthfi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting