Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Wamenkeu Suahasil Dorong Integrasi dan Fleksibilitas Fiscal Tools Hadapi Ketidakpastian Global

Dirgahayu Ginting - Jumat, 27 Juni 2025 12:17 WIB
Wamenkeu Suahasil Nazara memberikan sambutan dalam acara Leader’s Corner: Leading to Transform pada Kemenkeu Learning Festival (KLF) 2025 di Jakarta, Kamis (26/6/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan pentingnya fleksibilitas dan keterhubungan antar-unit dalam pengelolaan keuangan negara, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang memengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini disampaikan dalam Leader’s Corner: Leading to Transform, bagian dari rangkaian Kemenkeu Learning Festival (KLF) 2025, yang digelar di Jakarta, Kamis.“APBN itu harus fleksibel. Semester I 2025 kita memasuki tahun anggaran dengan arahan Presiden: efisiensikan anggaran. Jadi tidak bisa lagi mindset-nya hanya ‘DIPA saya sekian, maka saya jalankan sekian’,” tegas Suahasil di hadapan para pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan.Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan sendiri telah melakukan langkah konkret efisiensi anggaran hampir sebesar Rp9 T sebagai bagian dari komitmen terhadap kebijakan penghematan belanja negara yang diarahkan Presiden.Suahasil menggarisbawahi bahwa seluruh unit di Kementerian Keuangan memegang peran penting dalam pengelolaan fiscal tools atau instrumen fiskal, yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas unit demi membangun respons fiskal yang terintegrasi dan adaptif terhadap perubahan.“Teman-teman (di Kemenkeu) itu memegang yang namanya fiscal tools di unit masing-masing. Jangan hanya berpikir mengenai fiscal tools-nya sendiri, tapi pikirkan sinerginya dengan unit lain,” ujarnya.Menurut Suahasil, pendekatan silo atau sektoral sempit dalam mengelola keuangan negara akan menghambat efektivitas kebijakan fiskal. Ia mencontohkan kerja sama antara unit perencanaan, pelaksanaan anggaran, dan evaluasi yang harus saling mendukung dalam satu kerangka besar kebijakan fiskal negara.Lebih jauh, Suahasil menyoroti peran Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) sebagai agen perubahan yang strategis dalam mencetak SDM fiskal masa depan. Ia meminta agar BPPK terus memperbarui materi pelatihan agar sesuai dengan tantangan dan kebijakan ekonomi terkini.“Keuangan negara adalah motor kemajuan. Fungsinya alokatif, distributif, dan stabilisasi. Alatnya ada di Ibu/Bapak semua (jajaran Kemenkeu),” pungkasnya.Ia juga mendorong agar nilai-nilai inovasi, kolaborasi, dan fleksibilitas ditanamkan dalam setiap lini kerja Kemenkeu untuk menjadikan APBN sebagai instrumen pembangunan yang kuat dan responsif.Acara Leader’s Corner ini menjadi forum strategis bagi para pemimpin dan jajaran Kementerian Keuangan untuk memperkuat pemahaman, kolaborasi, dan arah transformasi institusi dalam menjawab tantangan pengelolaan fiskal ke depan. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Korbrimob Polri Hadiri NCT APAC 2026, Perkuat Kemampuan Hadapi Ancaman Bahan Peledak

Ekonomi

CKG Sumut Capai 32,81 Persen, Target 46 Persen hingga Akhir 2026

Ekonomi

Bobby Nasution Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin di Selat Malaka

Ekonomi

Pemko Medan Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 214 Mahasiswa, Maksimal Rp6 Juta per Semester

Ekonomi

Cegah Stunting, Posyandu dan Kebun Pangan Perempuan Diresmikan di Sleman

Ekonomi

Polri dan Kementerian Pariwisata Perkuat Keamanan Destinasi Wisata Berbasis Risiko