Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia terus memperkuat kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam CNBC Economic Update 2025 yang digelar pada Rabu di Jakarta.Dalam forum ekonomi yang mengusung tema Striving for 8% Growth Despite Global Uncertainty, Menkeu menyampaikan bahwa Indonesia tetap fokus memperkuat permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi, di tengah dinamika global yang tidak menentu.“Dalam situasi seperti ini, Indonesia sebagai negara emerging countries tetap terpengaruh oleh lingkungan global yang tidak pasti, dan ini bukan sekadar gejolak jangka pendek, melainkan perubahan struktural yang bersifat seismik,” ujar Sri Mulyani.Ia menjelaskan bahwa untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah menerapkan kebijakan fiskal yang responsif dan adaptif. Salah satu prioritas utama adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan belanja negara tetap kuat guna mendukung sektor-sektor penting.“Kebijakan fiskal kita memiliki tiga fungsi utama yang diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara, yakni fungsi stabilisasi, distribusi, dan alokasi. Maka, dalam kondisi ekonomi yang melemah, pemerintah tidak serta-merta melakukan pemangkasan belanja, melainkan memperkuat peran belanja negara untuk melindungi kelompok rentan dan menjaga keberlanjutan pembangunan,” jelasnya.Sri Mulyani juga menekankan pentingnya peran kebijakan counter-cyclical dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Melalui pendekatan ini, pemerintah dapat mengintervensi secara aktif agar perlambatan ekonomi tidak berdampak luas terhadap kesejahteraan rakyat.Menutup pernyataannya, Menkeu menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjaga disiplin fiskal dan mengelola anggaran negara secara berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan fiskal yang sehat adalah fondasi utama dalam membangun ekonomi yang tangguh dan berdaya tahan di tengah ketidakpastian global.“Selama kita menjaga tata kelola fiskal yang prudent dan konsisten, maka Indonesia akan mampu bertahan dan terus tumbuh meski dalam situasi yang penuh tantangan,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting