Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya kekuatan pertahanan nasional sebagai pilar utama dalam menjamin keselamatan dan kedaulatan bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan resmi Indo Defence 2025 Expo & Forum yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu.Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa sejarah dunia telah menunjukkan bahaya bagi negara yang abai terhadap kekuatan pertahanan.“Keselamatan suatu bangsa harus dijamin oleh pertahanan suatu bangsa. Tidak ada bangsa yang waras yang menghendaki perang. Tapi sejarah manusia mengajarkan bahwa suatu bangsa yang tidak mau investasi terhadap pertahanannya sendiri, biasanya kedaulatannya dirampas, biasanya kemerdekaannya dirampas, biasanya bangsa itu menjadi bangsa budak,” ujar Presiden Prabowo di hadapan delegasi dari 42 negara dan ratusan pelaku industri pertahanan global.Mengusung tema “Defence Partnerships for Global Peace & Stability”, Indo Defence 2025 menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional di bidang pertahanan.Dalam sambutannya, Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara cinta damai, namun memiliki komitmen kuat untuk menjaga kemerdekaan dan kehormatan bangsa.“Bangsa Indonesia dari awal mengatakan bahwa bangsa Indonesia cinta damai. Tapi bangsa Indonesia lebih cinta kemerdekaan,” tegasnya.Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik global. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki ambisi menjadi kekuatan militer global, dan tetap konsisten pada jalur nonblok dan netralitas sebagai prinsip utama dalam kebijakan luar negerinya.“Kita ingin menjadi tetangga yang baik dengan semua tetangga kita — tetangga langsung, tetangga menengah, maupun tetangga dari jauh,” jelas Presiden.Di akhir pidatonya, Presiden mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dalam negeri maupun mitra internasional, untuk memperkuat kerja sama demi menciptakan perdamaian dan kemakmuran dunia. Ia menegaskan bahwa perang bukan pilihan bangsa Indonesia, namun apabila martabat dan kedaulatan terancam, bangsa ini tidak akan gentar.“Perang itu adalah pilihan terakhir. Kita perang hanya kalau terpaksa. Tapi kalau terpaksa, kita punya ajaran dari nenek moyang kita: lebih baik kita mati daripada dijajah kembali,” tandasnya disambut tepuk tangan hadirin.Acara pembukaan Indo Defence 2025 turut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, para duta besar negara sahabat, menteri-menteri kabinet Merah Putih, serta ratusan delegasi militer dan industri pertahanan dari berbagai negara.Indo Defence 2025 Expo & Forum dijadwalkan berlangsung hingga 14 Juni 2025, menghadirkan lebih dari 1.180 peserta dari 42 negara, menjadikannya salah satu pameran pertahanan terbesar di Asia Tenggara. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting