Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Penerapan "Good Agriculture Process" Didorong Temanggung untuk Meningkatkan Produktivitas

Dirgahayu Ginting - Senin, 12 Mei 2025 12:23 WIB
Bupati Temanggung Agus Setyawan saat menjadi narasumber dalam acara Temu Wicara bertema “Membangun Sinergitas Antara Petani, Gapoktan, Penyuluh, Peneliti dengan Pelaku Usaha” di Temanggung, Kamis (8/5/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Temanggung (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Temanggung terus mendorong inovasi di sektor pertanian, khususnya pada komoditas padi, melalui penerapan Good Agriculture Process (GAP) untuk meningkatkan produktivitas. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menyampaikan hal ini usai panen padi di Campursalam Parakan, Kamis. Menurut Agus, sektor pertanian, terutama tanaman padi, menjadi prioritas pembangunan daerah karena memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.Bupati Agus menekankan pentingnya peningkatan produktivitas padi melalui berbagai inovasi, termasuk ketersediaan benih unggul, harga terjangkau, dan keuntungan yang wajar bagi petani. Dengan demikian, petani tetap termotivasi untuk meningkatkan produksi pertaniannya."Yang jelas, kita lihat dari hasil panen Pak Haji Matnur, eksperimen beliau luar biasa. Gabah kering panen tahun ini mencapai 9,2 ton, sementara bulan lalu 11 ton. Ini bukti bahwa penerapan ilmu pertanian yang baik, seperti GAP, bisa meningkatkan hasil panen secara signifikan. Rata-rata petani biasanya hanya menghasilkan 6-7 ton," ujar Agus.Ia berharap, program seperti sekolah lapang yang memperkenalkan praktik GAP dapat terus memberikan manfaat bagi petani, sehingga mereka mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan secara berkelanjutan.Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Temanggung, Joko Budi Nuryanto, menambahkan bahwa pertemuan lapang panen raya padi menjadi momen penting untuk memperkenalkan inovasi kepada petani. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan kualitas benih sebagai salah satu komponen utama produktivitas.“Selama ini tenaga kerja sudah cukup, lahan ada, alat juga ada. Yang masih perlu perhatian adalah benih, yang bisa mencapai 20-25 persen dari total biaya produksi. Jika benih bisa disediakan sendiri, target menurunkan biaya produksi menjadi lebih mudah tercapai,” jelas Joko.Joko menambahkan, kunci utama dalam bertani padi adalah memperhatikan tiga faktor penting, yaitu wiji (benih), wanci (waktu), dan siti (tanah/sawah). Dengan manajemen yang baik terhadap ketiga faktor ini, produktivitas padi bisa lebih maksimal.Salah satu petani yang berhasil menerapkan GAP dengan baik adalah Haji Matnur, pemilik UD Mapan, yang menggunakan varietas padi Inpari 32. Jenis padi ini dikenal tahan terhadap penyakit busuk batang, rebah, dan kondisi kelembapan tinggi, dengan produktivitas yang tinggi pula.“Panen sebelumnya mencapai 11 ton dengan rendemen 60 persen, menghasilkan sekitar 6,6 ton beras. Sementara itu, rata-rata petani biasanya hanya mendapatkan sekitar 5,5 ton gabah dengan rendemen 52 persen, setara dengan 2,6 ton beras,” ungkap Matnur.Matnur menilai, keberhasilannya tidak lepas dari penerapan GAP secara konsisten, mulai dari pemilihan benih, pengelolaan lahan, hingga perawatan tanaman. Ia berharap lebih banyak petani di Temanggung bisa mengikuti jejaknya untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.Melalui dukungan pemerintah daerah dan penerapan GAP yang baik, Temanggung berharap dapat menjadi salah satu lumbung pangan utama di Indonesia, dengan hasil panen yang lebih melimpah dan kualitas produk yang lebih baik. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pamekasan Pecahkan Rekor MURI SAIH, Mendikdasmen Ajak Wujudkan Generasi Emas 2045

Ekonomi

Indonesia Percepat Transformasi Pengendalian Kanker Lewat Deteksi Dini dan Kolaborasi Global

Ekonomi

SC Paderborn 07 Promosi ke Bundesliga, VfL Wolfsburg Terdegradasi Setelah 29 Musim

Ekonomi

FIFA dan PSSI Gelar Kampanye “Be Active” untuk Dorong Gaya Hidup Sehat Anak

Ekonomi

Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027

Ekonomi

Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital lewat ETLE