Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) berhasil meraih penghargaan sebagai Sapphire Best Enterprise in Regulatory Compliance Oil and Gas Company dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2025. Penghargaan ini diberikan oleh Hukumonline pada Jumat di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta.Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pertamina dalam menjaga standar kepatuhan terhadap regulasi di sektor minyak dan gas.Chief Legal Counsel Pertamina, Joko Yuhono, mengungkapkan bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan tetapi juga tantangan bagi Pertamina untuk terus meningkatkan standar kepatuhan di tengah lingkungan bisnis yang semakin kompleks.“Bagi Pertamina, ini menjadi tantangan. Artinya, Pertamina harus menjaga standar kepatuhan, bahkan harus ditingkatkan karena saat ini kepatuhan terhadap regulasi berkembang dan lebih kompleks,” ujar Joko.Menurut Joko, metode penilaian IRCA mencakup kuesioner yang menilai profil perusahaan, kelengkapan standar kepatuhan seperti pedoman atau kebijakan perusahaan, serta aktivitas perusahaan terkait kepatuhan hukum yang berlaku di Indonesia.Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah dasar dari setiap aktivitas perusahaan. Pertamina memiliki berbagai kebijakan untuk memastikan kepatuhan, termasuk komitmen terhadap Code of Conduct, pengelolaan konflik kepentingan (Conflict of Interest), serta standar perilaku pekerja.“Pertamina berharap apresiasi ini dapat mendorong kami untuk meningkatkan kepatuhan lebih baik lagi dan memperketat pengawasan pada implementasi kepatuhan dalam berbagai aktivitas,” jelas Fadjar.CEO Hukumonline, Arkka Dhiratara, menyatakan bahwa kepatuhan hukum merupakan syarat mutlak bagi keberlangsungan operasional perusahaan di Indonesia. Selain untuk menghindari sanksi dan risiko hukum, kepatuhan juga berdampak langsung pada reputasi perusahaan di mata publik dan pemangku kepentingan.“Tidak hanya untuk menghindari sanksi dan risiko hukum, kepatuhan juga berdampak langsung terhadap reputasi perusahaan di mata publik dan pemangku kepentingan,” ujar Arkka.Ajang IRCA 2025 memberikan pengakuan kepada perusahaan dan pimpinan yang berkomitmen tinggi dalam menjalankan kepatuhan hukum, dengan berbagai kategori penghargaan yang disesuaikan berdasarkan tingkat kompleksitas industri.Tak hanya Pertamina sebagai induk perusahaan, beberapa anak usahanya juga berhasil meraih penghargaan dalam ajang ini. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dianugerahi sebagai The Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance - Diamond, sementara PT Pertamina International Shipping (PIS) meraih penghargaan The Notable Enterprise in Regulatory Compliance - Gold.Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina terus mendorong program-program yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan target Net Zero Emission pada tahun 2060. Seluruh upaya ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi perusahaan.Pertamina berharap, pencapaian ini tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemimpin di sektor energi, tetapi juga mempertegas komitmen perusahaan dalam menjaga kepatuhan terhadap regulasi demi keberlanjutan bisnis yang berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting