Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Menkeu Sri Mulyani: Peningkatan Impor Energi dan Pertanian dari AS Jadi Fokus Pemerintah Indonesia

Dirgahayu Ginting - Senin, 28 April 2025 12:27 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat diwawancarai CNBC International di sela-sela pertemuan IMF di Washington DC, Rabu (24/4/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan peningkatan impor sejumlah komoditas strategis dari Amerika Serikat, khususnya minyak, gas alam cair (LNG), dan produk pertanian seperti gandum, kedelai, dan jagung.Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam wawancara eksklusif bersama CNBC International, Rabu.Menkeu Sri Mulyani menegaskan bahwa hambatan perdagangan dan non-perdagangan menjadi perhatian serius pemerintah. Evaluasi berkelanjutan terhadap berbagai hambatan tarif dan non-tarif terus dilakukan untuk menciptakan iklim perdagangan yang lebih terbuka dan efisien."Di sisi tarif, sebagian besar tarif Indonesia sebenarnya sangat rendah, tetapi kami akan selalu mengevaluasi dan melihat apakah ada area yang dapat kami tingkatkan," ujar Sri Mulyani.Ia juga menyoroti sejumlah hambatan non-tarif yang masih menjadi tantangan, seperti proses administrasi di bea cukai, penilaian pajak, hingga karantina produk pertanian, yang dinilai dapat menghambat kelancaran perdagangan.Menurut Menkeu, produk pertanian asal Amerika Serikat memiliki kontribusi penting dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia."Produk seperti gandum, kedelai, dan jagung merupakan komoditas yang dikonsumsi secara signifikan di Indonesia. Kita mengimpor dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Dalam konteks ini, kita ingin mempersempit kesenjangan dan membuka peluang lebih besar bagi AS dalam memasok kebutuhan tersebut," ungkapnya.Di sektor energi, Sri Mulyani mengakui bahwa meskipun Indonesia adalah produsen minyak dan gas, kapasitas produksi dalam negeri masih belum mencukupi kebutuhan nasional. Untuk itu, impor energi, terutama LNG dari Amerika Serikat, menjadi salah satu solusi."Ini adalah area di mana kita bisa memperluas kerja sama, termasuk outsourcing minyak dan gas dari AS, serta membuka peluang untuk produk manufaktur seperti pesawat Boeing dan komoditas lain," tutup Sri Mulyani.Dengan langkah ini, Pemerintah Indonesia berharap dapat memperkuat hubungan perdagangan bilateral sekaligus memenuhi kebutuhan domestik di sektor energi dan pangan. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Teratai Fighter Team Korbrimob Polri Juara Umum Tegar Beriman Championship, Sabet 7 Medali Emas

Ekonomi

Italia Kalahkan Turki 3-1, Gli Azzurri Naik ke Posisi Kedua

Ekonomi

Tagline Baru Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat” Mulai Disosialisasikan di Korlantas

Ekonomi

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking FIFA Naik ke Posisi 117 Dunia

Ekonomi

Mitchell Baker Jadi Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026

Ekonomi

Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Pemko Medan Tak Bayar Pajak hingga Tanpa Pelat Nomor