Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan Idulfitri 2025. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada Maret 2025 sebesar 1,03 persen (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi, namun tetap berada dalam level yang terkendali.Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menjelaskan bahwa inflasi Maret 2025 terus dijaga, khususnya untuk harga pangan. Berbagai kebijakan seperti diskon tarif tol dan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat turut membantu meredam tekanan inflasi.“Inflasi Maret 2025 terus dijaga agar tetap terkendali, khususnya untuk harga pangan. Berbagai insentif seperti diskon tarif tol dan PPN DTP tiket pesawat selama Ramadan dan Idulfitri turut membantu menahan laju inflasi,” kata Febrio dalam keterangan resminya, Selasa (8/4/2025).Inflasi inti tercatat stabil di angka 2,48 persen (yoy), mencerminkan kondisi harga yang tetap terkendali secara umum. Beberapa kelompok pengeluaran seperti pakaian dan alas kaki mengalami peningkatan permintaan menjelang Idulfitri, sementara inflasi pada kelompok pangan bergejolak justru rendah, hanya 0,37 persen. Hal ini didorong oleh penurunan harga beras dan produk unggas.Selain itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 3,16 persen (yoy), dipengaruhi oleh berakhirnya diskon listrik pada Maret dan penurunan tarif angkutan udara akibat insentif PPN DTP.Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), serta memastikan penyerapan hasil panen raya guna menjaga ketahanan pangan nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting