Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

TPID Jateng Siapkan Strategi Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok

Dirgahayu Ginting - Kamis, 06 Maret 2025 09:15 WIB
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, bersama perwakilan Bank Indonesia Jateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Semarang, Selasa (4/3/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan di awal Ramadan 2025. Salah satu langkah yang diambil adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pengawasan ketat terhadap kemungkinan penimbunan barang oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan.Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyebut beberapa komoditas mengalami lonjakan harga, terutama cabai rawit merah, yang harganya bahkan melebihi Rp100.000 per kilogram."Gerakan Pangan Murah akan digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, pemantauan pasar terus dilakukan untuk mencegah penimbunan barang. Satgas Pangan akan turun langsung ke lapangan," kata Sujarwanto usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Kemendagri secara daring, Selasa.Meski terjadi kenaikan harga di beberapa komoditas, Sujarwanto memastikan stok bahan pangan di Jawa Tengah masih mencukupi, termasuk cadangan beras yang diperkirakan aman hingga lima bulan ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.Sebagai langkah stabilisasi harga, TPID Jateng akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 6-7 Maret 2025 di lima wilayah, yaitu:Kabupaten SemarangPemalangKota SalatigaKendalPurworejoDalam GPM ini, Dishanpan Jateng dan BUMD akan menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, seperti:Beras: Rp11.000 per kilogramMinyak goreng: Rp14.000 per literCabai rawit merah (kemasan 250 gram): Rp15.000Sujarwanto juga menyoroti potensi kenaikan inflasi setelah kebijakan subsidi listrik 50 persen tidak lagi berlaku mulai Maret-April 2025. Menurut catatan BPS Jateng, pada Januari-Februari 2025, Jawa Tengah mengalami deflasi. Namun, hal itu bukan karena daya beli masyarakat menurun, melainkan akibat kebijakan subsidi listrik yang mengurangi pengeluaran masyarakat."Saat subsidi listrik berakhir, inflasi kemungkinan akan meningkat. Apalagi, permintaan barang juga akan naik menjelang Idulfitri," jelasnya.Dengan strategi ini, TPID Jateng berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali, inflasi dapat dijaga dalam batas wajar, dan daya beli masyarakat tetap stabil. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar

Ekonomi

Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi

Ekonomi

Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Ekonomi

Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning

Ekonomi

Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia

Ekonomi

Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026