Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Wamenkeu Thomas: Tiga Strategi Utama Kunci Penguatan APBN

Dirgahayu Ginting - Kamis, 19 Desember 2024 11:44 WIB
Wamenkeu Thomas Djiwandono menjelaskan tiga strategi utama untuk memperkuat APBN dalam acara peluncuran World Bank Indonesia Economic Prospect pada Senin (16/12/2024) di Jakarta. (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui tiga strategi utama yang bertujuan menjaga keseimbangan ekonomi dan mendukung pembangunan berkelanjutan.Dalam peluncuran World Bank Indonesia Economic Prospect edisi Desember 2024 di Jakarta pada Senin, Thomas menjelaskan bahwa pemerintah akan fokus pada optimalisasi penerimaan negara, sambil memastikan keseimbangan antara investasi dan keberlanjutan ekonomi.“Pemerintah akan terus berupaya mengoptimalkan penerimaan negara untuk mendukung pembangunan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara investasi dan keberlanjutan,” ujar Thomas.Selain itu, Wamenkeu menekankan pentingnya alokasi belanja negara yang tepat sasaran, dengan prioritas pada sektor-sektor yang berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.Pemerintah juga akan memastikan efektivitas dan efisiensi dalam setiap penggunaan anggaran.Strategi ketiga yang diungkapkan Thomas adalah penerapan pembiayaan inovatif dengan manajemen risiko fiskal yang prudent.Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembiayaan yang dilakukan dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas fiskal negara.Pada kesempatan tersebut, Thomas juga mengungkapkan tiga pilar transformasi yang menjadi fokus utama pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045.Pilar pertama mencakup ketahanan pangan, energi, dan air; pilar kedua adalah penguatan sumber daya manusia; dan pilar ketiga adalah penguatan institusional, termasuk digitalisasi.“Mencapai keseimbangan yang tepat antara ketiga pilar ini sangat penting untuk menghadapi guncangan jangka pendek dan membangun fondasi ekonomi yang kokoh,” tambahnya.Wamenkeu menegaskan bahwa kebijakan fiskal memainkan peran penting dalam meredam guncangan ekonomi global dan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil.Dengan langkah-langkah ini, Indonesia bertekad mencapai visi menjadi ekonomi maju pada tahun 2045, meskipun menghadapi tantangan seperti proteksionisme dan ketegangan geopolitik.Sebagai penutup, Thomas menyampaikan apresiasi kepada World Bank atas kerja sama yang telah terjalin dan dedikasi mereka dalam mendukung cita-cita ekonomi Indonesia.“Melalui kolaborasi dan inovasi, kita dapat membuka potensi besar dan memastikan Indonesia terus tumbuh dan berkembang di dunia yang semakin dinamis,” tutupnya. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Taput Jadi Pelopor Digitalisasi Bansos, Luhut Tinjau Langsung Program Perlinsos Digital di Siborong-borong

Ekonomi

Menkes Targetkan Temukan 37 Ribu Kasus Kusta untuk Percepat Eliminasi Nasional

Ekonomi

Pemprov Jateng Pastikan APBD dan Program Pembangunan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Ekonomi

Tas Karakter Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Dongkrak UMKM dan Serap Tenaga Kerja

Ekonomi

Pendaftaran TKA dan Asesmen Nasional 2026 Dimajukan, Sekolah Diminta Segera Perbarui Data Siswa

Ekonomi

Bandung dan Pekanbaru Sepakati Kerja Sama Penguatan Pelayanan Publik dan Peningkatan PAD