Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kemenkeu Luncurkan Dua Program Pelatihan untuk Dukung Kesetaraan Gender

Dirgahayu Ginting - Sabtu, 25 November 2023 09:28 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2023/11/IMG-20231125-WA0017.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Menkeu RI Sri Mulyani meluncurkan dua program pelatihan dan pembelajaran guna mendukung terwujudnya kesetaraan gender di Aula Mezzanine Kompleks Kemenkeu, Jakarta, Jumat (24/11/2023). (Dok/Kemenkeu RI)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani meluncurkan dua program pelatihan dan pembelajaran guna mendukung terwujudnya kesetaraan gender.Peluncuran tersebut dilakukan dalam Seminar Pengarusutamaan Gender Kemenkeu dengan tema “APBN Responsif Gender Menuju Indonesia Emas 2045" yang diselenggarakan di Aula Mezzanine Kompleks Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta.Program pertama yang diluncurkan Menkeu yaitu E-Learning Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Program ini diampu oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) bersinergi dengan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu.Fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kapasitas Kementerian maupun Lembaga untuk mengenali isu-isu gender dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya serta merencanakan berbagai kegiatan sebagai solusinya.Selain itu, Menkeu juga meluncurkan Program Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Purna Pekerja Migran yang merupakan kerja sama antara Ditjen Perbendaharaan, melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dengan United Nations (UN) Women Indonesia.Program ini diharapkan dapat meningkatkan peluang penghidupan keluarga pekerja migran perempuan yang telah kembali ke Indonesia melalui peningkatan kapasitas literasi finansial dan kewirausahaan digital.Dalam keynote speech-nya, Menkeu Sri Mulyani mendorong para pemangku kepentingan untuk bisa menggunakan kepekaan dan cara pandang yang sensitif terhadap gender dalam menyusun kebijakan."Untuk menciptakan tadi martabat kemanusiaan kita yang adil dan beradab itu adalah dengan making sure lensa optiknya, cara kita melihat masalah, cara kita bekerja, kita peka terhadap gender. Peka saja. Karena ternyata suatu policy itu bisa sangat tidak simetris pengaruhnya kepada perempuan dan laki tidak simetris," ujar Sri Mulyani.Ia mencontohkan, dalam pemberian bantuan ketika terjadi bencana alam bisa saja prosesnya kurang memperhatikan kebutuhan perempuan. Menurutnya, perempuan justru memiliki kebutuhan dan memerlukan perlakuan yang berbeda.Pun demikian dalam mendesain pembangunan infrastruktur. Menkeu menyebut para penyusun kebijakan perlu untuk memikirkan dampak pembangunan tersebut terhadap perempuan dalam hal membantu mobilitas dan juga memberikan proteksi yang memadai bagi kaum hawa."Inilah yang saya menganggap dan saya betul-betul memberikan apresiasi sama teman-teman di Kementerian Keuangan. Benar-benar bahwa Kementerian Keuangan itu saya minta selalu menjadi champion di bidang itu," lanjutnya.Menkeu menjelaskan bahwa program pengarusutamaan gender bukan berarti pemihakan untuk memanjakan gender tertentu. Namun, hal tersebut dilakukan karena adanya perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan."Jadi inklusivitas di dalam sebuah institusi harus dihadirkan melalui pemihakan yang tujuannya bukan untuk memanjakan atau membedakan dalam artian oh kayaknya perempuan harus di treat special. They just different, laki dan perempuan itu beda." ucap sang Bendahara Negara."Jadi saya minta teman-teman di Kementerian Keuangan untuk bisa mengenali kebutuhan itu tanpa kemudian mengatakan, oh ini dimanja, oh ini diskriminatif. Enggak, it s just different!," tutupnya. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak

Ekonomi

RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal

Ekonomi

MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi

Ekonomi

Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih

Ekonomi

Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei

Ekonomi

Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa