Medan (buseronline.com) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sumatera Utara (Dekranasda Sumut) menyiapkan lima program prioritas pada 2027 guna meningkatkan promosi, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing produk kerajinan khas daerah.
Lima program tersebut meliputi peningkatan promosi, penguatan organisasi, penyelenggaraan pameran, pembinaan dan pendampingan, serta pelatihan. Program ini diharapkan mampu mendorong produk-produk kriya unggulan Sumut semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Wakil Ketua Dekranasda Sumut, Titiek Sugiharti, mengatakan pengembangan produk kerajinan membutuhkan strategi yang menyeluruh. Tidak hanya melalui promosi, tetapi juga peningkatan kapasitas organisasi dan manajemen agar pengelolaan program dapat berjalan lebih efektif.
"Kita ingin produk-produk asal Sumut semakin luas pasarnya, semakin kuat daya saingnya. Oleh karena itu, selain promosi, kita juga perlu memperkuat organisasi kita, meningkatkan diri di level manajemen," ujar Titiek dalam Rapat Kerja (Raker)
Dekranasda Sumut Tahun 2026 di
Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, pada 5 November 2026.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Dekranasda provinsi dengan Dekranasda kabupaten/kota se-Sumut. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menyinergikan berbagai program pengembangan kerajinan daerah.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, pengenalan dan pemasaran produk kriya dari berbagai daerah di Sumut diharapkan dapat dilakukan secara lebih luas dan optimal.
"Saya berharap komunikasi kita semakin baik, sehingga kolaborasi semakin kuat. Dengan begitu, kita akan lebih mudah memperkenalkan produk-produk kriya Sumut," katanya.