Wali Kota Bandung Dorong Sektor Ritel Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan

Heri - Sabtu, 07 November 2026 15:45 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan foto bersama dengan lainnya saat menghadiri National Kick-Off HRN 2026 di Amanda Supermarket, Cihampelas Walk, Kota Bandung, Senin (2/11/2026).

Bandung (buseronline.com) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong sektor ritel menjadi salah satu motor penggerak pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan peluang usaha bagi masyarakat.

Dilansir dari laman Jabarprov, hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri National Kick-Off Hari Ritel Nasional (HRN) 2026 di Amanda Supermarket, Cihampelas Walk, Kota Bandung, pada 2 November 2026.

Farhan mengatakan, sektor ritel memiliki potensi besar dalam mendukung upaya pemerintah mengatasi kemiskinan. Terlebih, kontribusi penciptaan lapangan kerja dalam strategi penanganan kemiskinan di Kota Bandung saat ini masih relatif rendah.

Ia mengungkapkan, dari tiga strategi penanganan kemiskinan di Kota Bandung, kontribusi penciptaan lapangan pekerjaan dan lapangan usaha baru baru mencapai lima persen.

"Dari tiga strategi penanganan kemiskinan di Kota Bandung, yang paling lemah justru adalah kesempatan pekerjaan. Porsi untuk pengentasan kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan lapangan usaha kontribusinya hanya lima persen," ujar Farhan.

Menurutnya, struktur ekonomi Kota Bandung telah mengalami perubahan. Pada periode 1970-an hingga 1990-an, sektor industri menjadi penggerak utama perekonomian. Namun, saat ini pariwisata menjadi salah satu sektor yang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka kesempatan kerja.

Dalam kondisi tersebut, sektor ritel memiliki hubungan erat dengan perkembangan pariwisata dan perdagangan. Karena itu, Pemerintah Kota Bandung mengembangkan strategi Tourism, Trade, and Investment (TTI) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, mendorong transaksi perdagangan, serta menarik investasi.

Farhan menjelaskan, peningkatan jumlah wisatawan diharapkan dapat mendorong aktivitas belanja dan transaksi ekonomi. Kondisi tersebut selanjutnya menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal di Kota Bandung.

"Ketika transaksi dikalikan dengan jumlah wisatawan yang hadir, diharapkan akan mengundang investasi yang datang. Inilah tiga kunci strategi kami dalam memanfaatkan berbagai sektor ekonomi penggerak agar menyelesaikan berbagai masalah sosial," jelasnya.

Farhan juga menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada semester pertama 2026 tercatat sebesar 5,8 persen. Meski menunjukkan perkembangan positif, angka tersebut masih berada di bawah capaian sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai 7,2 persen pada 2019.

Menurutnya, tantangan pembangunan ekonomi bukan hanya meningkatkan angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan hasilnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Wali Kota Bandung Ajak HMI Jadi Mitra Kritis Pemerintah dalam Membangun Kota

Ekonomi

Wali Kota Bandung Dorong Warga Jaga Kesehatan Fisik dan Mental Lewat Olahraga