Deliserdang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperluas pasar internasional dengan mendorong ekspor berbagai komoditas unggulan daerah. Kali ini, produk pertanian, perkebunan, dan perikanan asal Sumut senilai total Rp258,9 miliar dilepas untuk dikirim ke sejumlah negara.
Pelepasan ekspor tersebut dilakukan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi
Sumut Timur Tumanggor bersama Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding di Kompleks MMTC, Jalan Willem Iskandar, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, pada 29 Oktober 2026.
Komoditas yang diekspor meliputi sarang burung walet, kepiting bakau, kopi, pinang, buah pala, bunga, serta berbagai produk pertanian lainnya.
Mewakili Gubernur
Sumut Bobby Nasution,
Timur Tumanggor mengatakan, peningkatan ekspor merupakan salah satu langkah strategis Pemprov
Sumut dalam memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, besarnya nilai ekspor tersebut tidak hanya menunjukkan potensi sumber daya alam Sumut, tetapi juga membuktikan kemampuan produk daerah bersaing di pasar internasional.
"Hari ini sangat besar nilai ekspornya, baik itu dari sarang walet, perikanan, kopi, pinang dan lainnya. Bukan hanya sekadar nilainya atau jumlahnya yang besar, melainkan juga bahwa
Sumut mampu bersaing di pasar internasional," ujar Timur.
Ia menjelaskan, penguatan ekspor sejalan dengan visi Gubernur Bobby Nasution untuk meningkatkan daya saing daerah dan memperkuat ekonomi masyarakat. Apalagi, Sumut memiliki posisi strategis sebagai salah satu barometer perekonomian di Pulau Sumatera.
Timur berharap kegiatan ekspor dan impor di
Sumut terus didukung kepastian hukum, stabilitas harga, serta pemenuhan standar kualitas dan mutu produk. Dengan demikian, kepercayaan pasar internasional terhadap komoditas asal
Sumut semakin meningkat.
Sementara itu, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengapresiasi capaian ekspor komoditas pertanian dan perikanan Sumut yang mencapai Rp258,9 miliar. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat, dan pendapatan daerah.
"Tentu Badan Karantina Indonesia sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, karena membantu bagi pertumbuhan ekonomi, sekaligus juga pendapatan masyarakat serta pendapatan daerah," kata Karding.
Ia menegaskan, Barantin berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan pemeriksaan dan karantina komoditas ekspor agar berlangsung cepat, mudah, dan dengan biaya terjangkau. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan proses karantina tidak menjadi hambatan dalam aktivitas perdagangan internasional.
Selain itu, Barantin juga membantu perusahaan yang mengalami penolakan produk di negara tujuan dengan memberikan pendampingan agar komoditas yang diperdagangkan dapat memenuhi standar negara pengimpor.
Karding menambahkan, pihaknya terus memperkuat keberadaan klinik karantina untuk membantu pengusaha pemula dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin menembus pasar internasional.