Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas perkembangan program listrik desa dan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL dengan PT Aneka Tambang (Antam).
Dalam pertemuan tersebut, Bahlil melaporkan bahwa masih terdapat hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia yang belum menikmati akses listrik.
Untuk mempercepat pemerataan elektrifikasi, pemerintah telah menyiapkan peresmian 1.413 titik dalam program listrik desa tahun 2025. Peresmian tersebut dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
"Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini," ujar Bahlil usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo.
Selain membahas pemerataan akses listrik, Bahlil juga melaporkan perkembangan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kolaborasi CATL dan Antam.
Ia menyampaikan bahwa pabrik yang peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Prabowo sekitar setahun lalu tersebut kini sudah mulai berproduksi dan akan segera diresmikan. "Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi," kata Bahlil.
Menurutnya, kehadiran pabrik tersebut semakin memperkuat ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini, terdapat tiga fasilitas produksi baterai yang menjadi bagian dari pengembangan industri tersebut.
Ketiga fasilitas itu meliputi pabrik milik Hyundai, pabrik di Halmahera yang didukung investasi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta pabrik hasil kerja sama CATL dan Antam.
Bahlil menjelaskan, pengembangan industri baterai nasional dilakukan melalui integrasi rantai produksi, mulai dari sektor pertambangan, pengolahan mineral, hingga produksi sel baterai.
Ia menegaskan bahwa pengembangan ekosistem tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
"Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah, ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi," pungkas Bahlil. (DKI1)