Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia meningkatkan program bedah rumah menjadi 400 ribu unit pada 2026, dibandingkan 45 ribu unit pada tahun sebelumnya. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan bahan bangunan lokal.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Jakarta.
Maruarar menjelaskan, peningkatan target program bedah rumah tersebut diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat memperbaiki kondisi tempat tinggal agar memenuhi standar kelayakan.
"Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu, tahun lalu itu kita ada 45 ribu bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400 ribu rumah," ujar Maruarar.
Selain program bedah rumah, pemerintah juga terus memperluas akses kepemilikan hunian melalui program rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema pembiayaan ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh rumah dengan biaya yang lebih terjangkau.
Dalam pertemuan tersebut, Maruarar turut melaporkan pengembangan industri genteng tanah liat berbasis UMKM di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Menurut dia, program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas produksi pelaku usaha lokal sekaligus memastikan kualitas produk melalui pendampingan dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Saat ini, sebanyak 34 UMKM produsen genteng tanah liat telah lolos sertifikasi SNI dan menyiapkan sekitar 2,4 juta genteng untuk mendukung kebutuhan pembangunan perumahan.
"Ada 34 UMKM yang sudah lolos SNI, yaitu kriteria kehandalan, artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos uji, dan 34 ini menyiapkan 2,4 juta genteng, produk UMKM, genteng dari tanah liat sehingga kualitasnya itu terjaga," katanya.
Maruarar menegaskan, pemerintah mendorong penggunaan produk lokal sesuai potensi masing-masing daerah. Dengan demikian, pembangunan perumahan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha setempat.
"Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah genteng kita juga akan ke tempat yang lain," jelasnya.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan pengembangan program ASRI yang mengedepankan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan permukiman sekaligus membuka peluang bagi UMKM lokal untuk terlibat.
Maruarar mengatakan, Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap upaya menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat serta mendorong pemberdayaan usaha masyarakat.
"Kami juga sudah diminta menyiapkan untuk program ke depan, bagaimana program ASRI, Bapak Presiden itu sangat sekali ingin Indonesia itu nyaman, indah, memperdayakan UMKM, sehat," ungkapnya.
Melalui peningkatan program bedah rumah, perluasan rumah subsidi, dan penggunaan bahan bangunan lokal, pemerintah berupaya mengintegrasikan pembangunan perumahan dengan penguatan ekonomi daerah.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga memperluas kesempatan usaha bagi UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. (DKI1)