Magelang (buseronline.com) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mendorong pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dilakukan secara profesional dan transparan agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dilansir dari laman Jatengprov, hal tersebut disampaikan Damar dalam kegiatan verifikasi dan validasi penyiapan operasionalisasi
KDKMP di Markas Kodim 0705/
Magelang, pada 20 Oktober 2026.
Damar menegaskan, KDKMP merupakan program strategis pemerintah pusat yang membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pihak agar pelaksanaannya berjalan optimal.
"Jika dikelola secara profesional, transparan, dan didukung oleh seluruh pihak, program ini pasti membawa manfaat besar. Pada dasarnya, masyarakat membutuhkan akses terhadap produk yang berkualitas, murah, dan dekat dari kediaman mereka," ujarnya.
Menurut Damar, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk mengidentifikasi kendala di lapangan serta mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi pengurus koperasi.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pengurus koperasi se-
Magelang Raya menyampaikan kendala yang membutuhkan penanganan lintas sektor, khususnya persoalan di luar kewenangan mereka.
Damar mengungkapkan, satu gerai KDKMP di kawasan Wates, Kota Magelang, telah beroperasi dan melayani masyarakat. Namun, keterbatasan lahan masih menjadi kendala dalam pembangunan gerai berikutnya.
Pemerintah Kota
Magelang telah membahas sejumlah alternatif lokasi untuk mendukung pengembangan koperasi. Beberapa lokasi masih memerlukan penyesuaian berdasarkan ukuran dan kondisi lahan.
Ia berharap pembangunan gerai berikutnya dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sementara itu, Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI Sachono selaku Ketua Tim 48 Jawa Tengah Verifikasi dan Validasi Penyiapan Operasionalisasi
KDKMP menyampaikan hasil evaluasi terhadap 40 titik
KDKMP di wilayah Kota dan Kabupaten
Magelang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, seluruh bangunan fisik di 40 titik tersebut telah selesai 100 persen. Meski demikian, belum semua gerai beroperasi secara aktif karena masih terdapat kebutuhan operasional yang harus dipenuhi.
Kebutuhan tersebut antara lain peluncuran gerai serta pengadaan dan distribusi bahan pokok. "Kami perlu koordinasi lebih lanjut dengan PT Agrinas, khususnya terkait pengadaan dan distribusi barang," ungkap Sachono.