Bekasi (buseronline.com) - Kelompok Tani De Lima di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, berhasil melakukan panen perdana melon premium melalui fasilitas green house bantuan PT Yutaka Manufacturing Indonesia.
Dilansir dari laman Jabarprov, panen yang berlangsung pada 20 Oktober 2026, tersebut menghasilkan sekitar 160 buah melon dengan total berat lebih dari dua kuintal.
Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) itu mendapat apresiasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi karena dinilai mampu mendorong produktivitas pertanian, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta membuka peluang usaha baru.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian
Kabupaten Bekasi Nayu Kulsum mengatakan budidaya hortikultura memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan petani dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Baru saja kita panen perdana buah melon premium, hasilnya luar biasa memuaskan. Mudah-mudahan memberikan manfaat bagi Kelompok Tani De Lima. Semoga green house ini berkelanjutan, menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas produksi melon," ujar Nayu.
Ia menjelaskan, perkembangan kawasan industri dan permukiman di
Kabupaten Bekasi mendorong petani untuk terus berinovasi agar sektor pertanian tetap produktif dan mampu menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Menurutnya, penggunaan teknologi green house dapat membantu petani mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas hasil panen, serta meningkatkan nilai jual komoditas pertanian.
Nayu juga mengapresiasi kontribusi PT Yutaka Manufacturing Indonesia yang telah mendukung pengembangan pertanian melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat, termasuk dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah dan fasilitas umum perumahan untuk budidaya tanaman buah dan sayuran.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Yutaka Manufacturing Indonesia, Yoshihiro Kimata, mengatakan pembangunan green house tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui program CSR, perusahaan mengembangkan kegiatan yang menyentuh tiga pilar, yakni kesehatan, pendidikan, dan kewirausahaan. Pembangunan green house melon dilakukan melalui program Desa Sejahtera Astra di Desa Telajung.
Kimata menjelaskan, program tersebut melanjutkan kegiatan budidaya sayuran bersama kelompok tani setempat yang telah berlangsung sejak 2025. Selain fasilitas budidaya, perusahaan juga menyediakan gazebo untuk mendukung aktivitas kelompok tani.
"Kedua program budidaya ini bertujuan mendorong ketahanan pangan, meningkatkan keterampilan masyarakat dalam budidaya pertanian, serta menciptakan peluang usaha dan sumber penghasilan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Telajung," kata Kimata.
Ketua Kelompok Tani De Lima Desa Sejahtera Astra Telajung, Bambang Hermawan, menjelaskan bahwa budidaya melon premium di fasilitas tersebut mencakup tiga varietas, yaitu Golden Humy, Sweet Net, dan Sweet Humy.
Kegiatan ini melibatkan 10 warga setempat. Proses budidaya dari penyemaian hingga panen membutuhkan waktu sekitar 70 hari, dengan berat setiap buah melon berkisar satu hingga dua kilogram.