Mentan Amran Telusuri Rantai Pasok Ayam dan Telur, Soroti Kesenjangan Harga hingga Rp45.000 per Kilogram

Heri - Sabtu, 17 Oktober 2026 11:45 WIB
Mentan RI Andi Amran Sulaiman saat meninjau fasilitas pembibitan ayam (breeding farm) PT Widodo Makmur Unggas di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 15 Oktober 2026.

Gunungkidul (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menyoroti kesenjangan harga ayam dan telur yang dinilai merugikan peternak sekaligus membebani konsumen.

Dilansir dari laman Kementan, pemerintah akan menelusuri rantai pasok dari hulu hingga hilir bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan guna mengidentifikasi penyebab disparitas harga dan menindaklanjuti dugaan praktik perdagangan yang tidak sehat.

Langkah tersebut disampaikan Mentan Amran saat meninjau fasilitas pembibitan ayam (breeding farm) PT Widodo Makmur Unggas di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 15 Oktober 2026.

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi industri perunggasan nasional, mulai dari pembibitan hingga distribusi produk ke konsumen.

Amran mengungkapkan, harga ayam di tingkat peternak berada pada kisaran Rp20.000-Rp21.000 per kilogram. Namun, harga di tingkat konsumen dapat mencapai Rp45.000 per kilogram.

"Di peternak itu harga ayam Rp20.000-Rp21.000 per kilogram, tetapi di ujung harga ayamnya bisa Rp45.000 per kilogram. Telur juga demikian. Artinya, ada persoalan dalam rantai pasok yang harus kita cek dari hulu ke hilir," kata Amran.

Menurutnya, kesenjangan harga tersebut perlu ditelusuri untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan harga di setiap tahapan distribusi. Pemerintah ingin memastikan peternak memperoleh harga yang layak, sementara masyarakat tetap dapat membeli pangan dengan harga terjangkau.

"Tidak boleh permainkan konsumen dengan produsen. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita harus bela rakyat kita, peternak dan konsumen," tegasnya.

Amran menambahkan, pemerintah akan memperkuat pengawasan tata niaga bersama Satgas Pangan. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi sumber persoalan dalam rantai perdagangan serta menjadi dasar untuk menindaklanjuti dugaan praktik yang merugikan peternak maupun konsumen.

Selain pengawasan distribusi, pemerintah juga mendorong langkah konkret untuk membantu peternak dari sisi penyerapan hasil produksi dan biaya pakan. Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diharapkan dapat menyerap telur dari peternak dengan mengacu pada harga Rp26.500 per kilogram.

Pemerintah juga mendorong percepatan penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penyediaan pakan melalui ID FOOD. Langkah tersebut diarahkan untuk membantu peternak mendapatkan bahan baku dengan harga yang lebih terjangkau sehingga biaya produksi dapat dikendalikan.

Menurut Amran, perlindungan terhadap peternak harus berjalan seiring dengan upaya menjaga daya beli masyarakat. Ayam dan telur merupakan sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat, sehingga stabilitas pasokan dan harga kedua komoditas tersebut berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemerintah Targetkan Tambah 600 Ribu Sapi Perah hingga 2029

Ekonomi

Mentan Amran Siapkan Beasiswa bagi 20 Mahasiswa Palestina

Ekonomi

Pemerintah Siapkan Rp17 Triliun untuk Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi

Ekonomi

Kementan Siapkan hingga 2 Juta Hektare untuk Pengembangan Bioetanol Nasional

Ekonomi

Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman, SPHP Ditambah 1 Juta Ton

Ekonomi

Kementan Siapkan Rp28,02 Triliun untuk Perkuat Pertanian 2027