Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyediakan 18 unit mobile batching plant untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan, terutama di wilayah pedesaan yang terpencil dan sulit dijangkau.
Dilansir dari laman Jabarprov, kendaraan berteknologi khusus tersebut mampu memproduksi beton langsung di lokasi proyek.
Dengan demikian, proses pengecoran jalan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan beton dari pabrik, sehingga pembangunan infrastruktur di daerah dengan akses terbatas dapat dilakukan lebih efektif.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang
Jawa Barat Agung Wahyudi menjelaskan bahwa mobile batching plant merupakan alat berat multifungsi yang mengintegrasikan proses pemuatan, penimbangan, pengadukan, hingga pengangkutan beton dalam satu unit kendaraan.
Menurut Agung, alat tersebut dirancang untuk menghasilkan beton segar berkualitas secara otomatis dan mandiri langsung di lokasi pekerjaan.
"Dengan desain yang kompak dan sistem penggerak roda yang tangguh, alat ini sangat andal untuk proyek di medan yang sulit, jalan sempit, atau lokasi terpencil yang tidak terjangkau oleh truk molen besar," ujar Agung, pada 12 Oktober 2026.
Salah satu keunggulan mobile batching plant adalah efisiensi tenaga kerja. Kendaraan ini dapat dioperasikan oleh satu orang operator yang mengendalikan seluruh proses, mulai dari pemuatan bahan baku hingga penuangan beton melalui sistem kendali di dalam kabin.
Proses produksi beton dimulai dengan pengambilan material berupa pasir, kerikil, dan semen menggunakan sekop besar yang terpasang di bagian depan kendaraan. Material tersebut kemudian ditimbang melalui sistem digital berbasis sensor untuk memastikan komposisinya sesuai dengan standar mutu beton yang dibutuhkan.
Sistem penimbangan digital tersebut juga membantu mengurangi risiko kesalahan takaran akibat kelalaian manusia, sehingga kualitas beton yang dihasilkan dapat lebih terjaga.
Setelah ditimbang, seluruh bahan dicampur dengan air dari tangki terintegrasi di dalam drum pengaduk hingga menghasilkan adonan beton yang homogen.
"Proses pengadukan material dapat dilakukan di jalan sembari unit bergerak menuju lokasi pengecoran. Hal ini memangkas waktu tunggu pengiriman beton dari batching plant eksternal," kata Agung.
Beton yang telah selesai diaduk selanjutnya dibawa langsung ke titik pengecoran dan dituangkan sesuai kebutuhan di lokasi proyek.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengatakan, pengadaan armada tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur jalan.