Bobby Nasution Dorong Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Tingkatkan Ekspor UMKM Sumut ke Malaysia

Heri - Senin, 12 Oktober 2026 17:40 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Sabtu (10/10/2026).

Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengusulkan pembukaan jalur laut dengan skema pengiriman barang dalam skala kecil dan frekuensi tinggi, serta pemberian subsidi logistik untuk mempercepat ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke Malaysia.

Usulan tersebut bertujuan menekan biaya pengiriman, mempercepat perputaran modal, serta memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Bobby saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, pada 10 Oktober 2026.

Bobby mengatakan, Sumatera Utara memiliki potensi UMKM yang besar. Namun, pengembangan ekspor masih terkendala sistem pengiriman antarnegara yang umumnya mensyaratkan pengiriman barang dalam jumlah besar.

Menurutnya, skema pengiriman dengan volume lebih kecil tetapi dilakukan secara rutin dapat menjadi solusi bagi pelaku UMKM agar tidak perlu menumpuk stok terlalu lama.

"Kita usulkan pengiriman dalam volume yang tidak terlalu besar tetapi lebih sering, misalnya lima hari sekali atau seminggu sekali. Dengan begitu, pelaku UMKM tidak perlu menumpuk stok terlalu lama dan perputaran modal mereka bisa lebih cepat dan dinamis," ujar Bobby.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut menyatakan kesiapan memberikan subsidi pada sektor transportasi laut lintas negara. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu tantangan bagi UMKM dalam menembus pasar internasional.

Bobby menambahkan, kedekatan geografis Sumatera Utara dengan Malaysia menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua wilayah.

"Jarak kita sangat dekat, bahkan beberapa daerah di Sumut lebih cepat dijangkau dari Kuala Lumpur dibanding Jakarta. Keunggulan geografis ini harus kita konversikan menjadi peluang ekonomi nyata bagi masyarakat di kedua wilayah," katanya.

Selain membahas perdagangan dan pengembangan UMKM, pertemuan tersebut juga menyoroti kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM), penguatan kawasan industri, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bobby menyampaikan, kondisi cuaca dan penanganan karhutla di Sumatera Utara pada tahun ini relatif baik. Ia menyebut tidak ada kebakaran hutan dan lahan di Sumut yang mengirimkan asap ke Malaysia.

"Alhamdulillah, tahun ini tidak ada kebakaran hutan dan lahan di Sumut yang mengirimkan asap ke Malaysia. Meskipun ada kiriman asap tipis dari daerah lain, curah hujan di Sumut saat ini masih lumayan baik," jelasnya.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Bobby Nasution Soroti Ketimpangan Ekonomi Sumut, Kepulauan Nias Jadi Fokus Pemerataan

Ekonomi

Bobby Nasution Jajaki Kerja Sama Investasi dengan Jepang, Perikanan Nias Jadi Prioritas

Ekonomi

72 UMKM Jawa Tengah Ramaikan Inacraft, Bidik Pasar Internasional

Ekonomi

Pemprov Sumut dan BBPOM Medan Perkuat Pengawasan Produk Pangan UMKM

Ekonomi

Kreakota 2026 Dorong UMKM dan Perajin Batik Pekalongan Naik Kelas

Ekonomi

Pertamina Dorong UMKM Batik Inklusif, Libatkan Penyandang Disabilitas