Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mulai mematangkan program gentengisasi sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Dilansir dari laman Jatengprov, program ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat
industri kecil dan menengah (
IKM) genteng lokal. Pembahasan program tersebut dilakukan dalam rapat bersama Gubernur
Jawa Tengah Ahmad Luthfi di ruang kerjanya, pada 7 Oktober 2026.
Dalam rapat itu, Gubernur meminta pelaksanaan gentengisasi memperhatikan kesiapan produksi, distribusi, dan pembiayaan. Langkah tersebut diperlukan agar program berjalan efektif tanpa membebani pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan program gentengisasi memiliki potensi memberikan dampak ekonomi yang luas. Meningkatnya kebutuhan genteng untuk berbagai program pemerintah dinilai dapat menggerakkan sektor usaha lainnya.
"Kalau potensi ekonomi, pasti ini akan memberikan multiplier effect. Mulai dari UKM-nya sendiri, kemudian angkutan, hingga toko-tokonya, semua bergerak," katanya.
Peluang pasar genteng lokal di
Jawa Tengah dinilai cukup besar. Pada Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2025, sebanyak 3.257 dari 7.532 unit rumah menggunakan genteng sebagai penutup atap.
Sementara untuk Program Bedah Rumah 2026, kebutuhan genteng diperkirakan mencapai sekitar 4,7 juta keping.
Berdasarkan identifikasi Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III, terdapat 21 produsen atau unit usaha genteng tanah liat yang tersebar di delapan kabupaten. Wilayah tersebut meliputi Banyumas, Pekalongan, Banjarnegara, Kebumen, Jepara, Grobogan, Sukoharjo, dan Kabupaten Magelang.
Pemprov Jateng juga mendorong peningkatan kualitas produk melalui pengujian mutu, pendampingan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta peningkatan kapasitas produksi.
Untuk 21
IKM tersebut, kebutuhan pengujian mutu mencapai Rp20,58 juta, sedangkan sertifikasi SNI membutuhkan anggaran sekitar Rp220,5 juta. Total kebutuhan pembiayaan mencapai Rp241,08 juta. Bank Jateng telah menyatakan dukungannya terhadap pembiayaan peningkatan mutu dan sertifikasi tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan program gentengisasi akan disinergikan dengan Program Tiga Juta Rumah.