Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero) UID Sumut memperkuat sinergi untuk menuntaskan program Listrik Perdesaan (Lisdes).
Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses listrik ke wilayah pelosok sekaligus mendukung pencapaian Rasio Elektrifikasi (RE) 100 persen.
Upaya itu dibahas dalam Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Lisdes, Fasilitasi Penyiapan Lahan, serta Penyelesaian Perizinan di Aula Kantor PLN UID Sumut, Jalan Yos Sudarso, Medan, pada 7 Oktober 2026.
Rapat yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti perwakilan 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara bersama sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan ATR/BPN.
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor mengatakan, akses listrik memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Listrik tidak hanya dibutuhkan untuk penerangan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.
"Terlepas dari kendala, rintangan, dan hambatan yang ada, apakah karena lokasinya sulit, kawasan hutan lindung, atau area konservasi, jangan sampai masalah administrasi menghambat aliran listrik ke dusun-dusun kita," ujar Timur.
Ia menyebutkan, terdapat 117 usulan lokasi program Lisdes yang telah diterima Dinas ESDM Sumut. Sebanyak 47 lokasi berada di lima kabupaten prioritas, yakni Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Mandailing Natal.
Timur meminta seluruh pihak memanfaatkan forum coaching clinic untuk menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya perizinan, sehingga pembangunan jaringan listrik ke lokasi tersebut dapat direalisasikan pada 2027.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andriah Feby Misna menyampaikan bahwa Rasio Elektrifikasi Sumut saat ini telah mencapai 99,86 persen.
Meski demikian, pemerintah masih harus menjangkau sejumlah wilayah pelosok untuk mewujudkan target RE 100 persen pada 2029.
"Untuk tahun 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sekitar 44 persen atau 47 lokasi di antaranya berada di wilayah Kepulauan Nias dan Mandailing Natal," kata Feby.