Jakarta (buseronline.com) - Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memperkuat diplomasi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Dilansir dari laman Parlementaria, kolaborasi tersebut akan diarahkan pada penguatan politik luar negeri bebas aktif dan perlindungan kepentingan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Ma'azat menyusul pelantikan Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Arrmanatha dipercaya menggantikan Sugiono sebagai Menlu.
Syahrul mengatakan diplomasi pemerintah dan diplomasi parlemen harus saling melengkapi dalam menjaga kedaulatan negara, memperluas kemitraan internasional, serta memperjuangkan kepentingan Indonesia di berbagai forum internasional.
"BKSAP DPR RI siap berkolaborasi dan mendukung agenda Menteri Luar Negeri dalam memperkuat diplomasi bebas aktif demi kemajuan dan kedaulatan bangsa. Diplomasi pemerintah dan diplomasi parlemen harus saling melengkapi dalam memperjuangkan kepentingan Indonesia, termasuk membela hak-hak rakyat Palestina, di berbagai forum internasional," kata Syahrul dalam keterangannya yang dikutip Parlementaria di Jakarta, pada 4 Oktober 2026.
Menurut Politisi Fraksi PKS tersebut, pergantian kepemimpinan di Kementerian Luar Negeri dapat menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif. Ia berharap diplomasi Indonesia ke depan semakin adaptif dalam menghadapi perubahan konstelasi politik dunia.