Bone (buseronline.com) - Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk mempercepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dilansir dari laman
Kementan, program tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan ketersediaan ayam, telur, dan susu.
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan kawasan peternakan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industri peternakan nasional.
"Lima pabrik pakan, DOC dan seterusnya itu selesai tahun depan. Insyaallah lima ini diresmikan tahun depan," ujar Amran saat kunjungan kerja di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 25 September 2026.
Amran menjelaskan, tahap awal pembangunan dilakukan di lima wilayah, yakni Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo. Pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp2,2 triliun untuk pembangunan lima kawasan tersebut.
"Anggarannya sudah turun, beliau (Presiden) sudah tanda tangan Rp2,2 triliun untuk lima. Total anggaran yang dipersiapkan pemerintah sekitar Rp17 triliun, tetapi bukan di sini saja," katanya.
Menurut Amran, pembangunan lima kawasan tersebut terus dipercepat dan ditargetkan selesai pada tahun depan. Dukungan anggaran dan proses administrasi disebut telah diselesaikan sehingga pembangunan fisik dapat segera dikebut.
"Sudah bor-bor. Targetnya tahun depan selesai. Administrasinya sudah selesai, anggarannya juga sudah selesai. Yang penting selesai dulu," tegasnya.
Ekosistem peternakan yang dibangun akan mencakup berbagai sektor, mulai dari pabrik pakan, pembibitan atau day-old chick (DOC), budidaya ayam, produksi telur, hingga pengembangan sapi perah dan produksi susu.
Pemerintah juga mengarahkan pengembangan kawasan tersebut untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Dari hulu ke hilir ini holistik. Ada MBG menjadi off-taker ayam, telur, susu. Kemudian di sini produksi telur, ayam, susu," jelas Amran.
Salah satu fokus utama pembangunan adalah memperkuat industri pakan. Jagung sebagai bahan baku utama pakan akan dipasok dari sentra produksi di sekitar kawasan peternakan.
Amran menyebut kebutuhan jagung dapat dipenuhi dari Bone, Soppeng, maupun kabupaten lain di sekitar kawasan.
"Ayam butuh pakan. Pakannya dari jagung. Jagung ini nanti dari Bone, Soppeng, kabupaten tetangga, dari mana saja," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan pabrik pakan di dekat sentra produksi jagung dapat memangkas biaya logistik. Jagung tidak perlu dikirim ke daerah lain untuk diolah menjadi pakan sebelum dikirim kembali ke sentra peternakan.
"Jadi dari hulu ke hilir ini holistik. Itu murah. Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan," katanya.
Selain pabrik pakan, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pembibitan DOC agar kebutuhan bibit ayam dapat dipenuhi lebih dekat dengan lokasi peternakan.
"Pabrik pakan juga akan dibangun lengkap DOC-nya, anak ayam. Tidak perlu lagi mengambil ke mana-mana. Ambil dari sini. Lengkap," kata Amran.
Di Sulawesi Selatan, Kabupaten Bone menjadi salah satu lokasi pembangunan kawasan peternakan dengan luas sekitar 150 hektare.