Pemprov Jabar dan OJK Dorong Peternak Ayam Petelur Naik Kelas Lewat Program EGG

Heri - Selasa, 29 September 2026 20:35 WIB
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman saat menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Implementasi Pengembangan Komoditas Unggulan Ayam Petelur melalui Layanan Inklusi Keuangan di Provinsi Jawa Barat, di Bappeda Jabar, Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong peternak ayam petelur untuk meningkatkan skala usaha dan kesejahteraan ekonomi melalui program EGG (Endog Jabar Go Global).

Dilansir dari laman Jabarprov, program tersebut diluncurkan sebagai upaya memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat tata kelola usaha peternak ayam petelur di Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, sektor peternakan ayam petelur memiliki potensi besar menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari peternakan berskala industri, tetapi juga usaha peternakan rumah tangga.

"Ayam, baik pedaging maupun petelur, sangat potensial. Tidak semuanya harus dikonsumsi, sebagian bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan," ujar Herman saat menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Implementasi Pengembangan Komoditas Unggulan Ayam Petelur melalui Layanan Inklusi Keuangan di Provinsi Jawa Barat, di Bappeda Jabar, Kota Bandung, pada 25 September 2026.

Menurut Herman, pengembangan ayam petelur tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Karena itu, ia menilai kolaborasi pemerintah daerah, OJK, dan perbankan menjadi penting untuk membuka akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kemampuan peternak dalam mengelola usaha.

"Jadi kami berharap sektor peternakan, khususnya ayam petelur, bisa menjadi pengungkit. Sederhana, tetapi luar biasa dampaknya. Bukan hanya skala industri, termasuk skala rumah tangga," katanya.

Herman mengungkapkan, potensi kredit sektor peternakan di Jawa Barat mencapai Rp565 miliar. Namun, realisasi plafon kredit baru sekitar Rp81 miliar dengan outstanding sekitar Rp49 miliar.

Sementara itu, Kepala OJK Jawa Barat Darwisman mengatakan program pengembangan ekonomi daerah tersebut melibatkan 4.665 peternak ayam petelur yang tersebar di 21 sentra peternakan di Jawa Barat.

Ia berharap program EGG dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian peternak, tidak sekadar memperluas akses terhadap layanan keuangan.

"Program ini diharapkan mampu memberikan dampak riil terhadap perekonomian dan tidak hanya berhenti pada peningkatan akses keuangan semata," ujar Darwisman.

Darwisman menyebut pengembangan ekosistem ayam petelur juga berpotensi meningkatkan pendapatan peternak. Berdasarkan perhitungan OJK, peternak dengan populasi sekitar 2.000 ekor ayam dapat memperoleh pendapatan sekitar Rp34,88 juta per bulan.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kompolnas Dorong Polri Bongkar Jaringan Sindikat Narkotika

Ekonomi

Jabar Uji Sistem Rujukan Baru, Pasien Bisa Langsung ke RS Sesuai Penyakit

Ekonomi

Kota Bandung Juara Umum Pentas PAI SMP Jawa Barat 2026, Borong Lima Juara Pertama

Ekonomi

Kemendikdasmen dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Siswa melalui Rumah Pendidikan

Ekonomi

MBG Harus Bergizi dan Aman, Pengawasan Pangan Jadi Perhatian

Ekonomi

IGD Kota Bandung Tetap Siaga 24 Jam, Warga Diminta Tak Panik Hadapi Gejala Influenza