Gajah Trail Run Ultra 2026 Diikuti 900 Pelari dari Tujuh Negara, Ekonomi Warga Bergerak

Heri - Senin, 28 September 2026 08:45 WIB
Pelari dari tujuh negara ambil bagian dalam GTR Ultra 2026 di Dusun Kayuwangi, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (27/9/2026).

Semarang (buseronline.com) - Sebanyak 900 pelari dari tujuh negara ambil bagian dalam Gajah Trail Run (GTR) Ultra 2026 di Dusun Kayuwangi, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada 27 September 2026.

Dilansir dari laman Jatengprov, memasuki tahun keempat penyelenggaraan, GTR Ultra tak hanya menjadi ajang olahraga lari lintas alam, tetapi juga turut mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.

Para peserta harus menaklukkan medan pegunungan yang membentang dari Gunung Gajah, Gunung Telomoyo hingga Gunung Kendil. Untuk kategori terjauh 52 kilometer, peserta menghadapi tantangan elevasi hingga sekitar 3.000 meter.

Race Director GTR Ultra 2026, Sri Agus Budi Santoso mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat sekitar 200 orang dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 700 pelari.

"Gajah Trail Run Ultra 2026 ini pelaksanaan tahun keempat, dengan kategori yang masih sama ada 7, 12, 30, 52 (kilometer)," kata Agus.

Peserta GTR Ultra 2026 juga semakin beragam. Tahun ini, pelari berasal dari tujuh negara, di antaranya Selandia Baru, Prancis, Amerika Serikat dan Inggris. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang pesertanya berasal dari sekitar empat negara.

Untuk kategori 52 kilometer, panitia melakukan perubahan rute dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Meski demikian, peserta tetap diarahkan menuju puncak Gunung Telomoyo dan melintasi tiga gunung. "Nanti melewati tiga gunung, yaitu Gunung Gajah, Gunung Telomoyo, Gunung Kendil," ujar Agus.

Bentang alam kawasan Kayuwangi menjadi salah satu daya tarik bagi para pelari. Dari jalur perlombaan, peserta dapat menikmati panorama Gunung Telomoyo, Gunung Kendil dan Gunung Gajah, sekaligus melihat Kota Salatiga dari ketinggian.

Kehadiran ratusan pelari dan pendamping juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Terbatasnya jumlah hotel di kawasan Kayuwangi membuat rumah warga dimanfaatkan sebagai homestay untuk menampung peserta.

"Tentunya dengan jumlah peserta ini yang stay di sekitaran warga ini lumayan banyak. Karena memang tantangannya di desa sini adalah hotel masih belum begitu banyak," kata Agus.

Menurut dia, kebutuhan peserta selama mengikuti event meliputi akomodasi, konsumsi hingga aktivitas wisata. Agus memperkirakan rata-rata pengeluaran setiap peserta mencapai sekitar Rp5 juta, termasuk biaya pendaftaran.

Dengan 900 peserta, total pengeluaran yang berpotensi berputar selama pelaksanaan GTR Ultra 2026 diperkirakan mencapai Rp4,5 miliar.

"Kalau kita hitung rata-rata peserta itu spending-nya Rp5 juta ya sudah termasuk pendaftaran, Rp5 juta kali 900 peserta berarti sekitar Rp4,5 miliar," jelasnya.

Dampak ekonomi tersebut juga dirasakan peserta yang memilih memperpanjang masa tinggal di kawasan sekitar.

Salah satunya Rimba Simanjuntak, peserta kategori 52 kilometer asal Jakarta yang datang bersama lima rekannya. GTR Ultra menjadi pengalaman pertamanya mengikuti lomba trail run dengan jarak 52 kilometer.

"Ini kebetulan sama teman-teman kita mengikuti trail run, GTR ini. Dan kebetulan kami sama-sama ngambil yang kategori 52 km. Ini pertama kali, virgin trail-lah di 52," kata Rimba.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Ahmad Luthfi Terima Penghargaan Penggagas Program Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia

Ekonomi

Jateng Dinilai Berhasil Tekan Stunting, Demak dan Kabupaten Semarang Jadi Percontohan

Ekonomi

Pemprov Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga Desember 2026

Ekonomi

Kemendikdasmen Perkuat Diplomasi Indonesia-Prancis Lewat Bahasa dan Sastra

Ekonomi

242 Sekolah di Jateng Raih Predikat Adiwiyata, Kepedulian Lingkungan Ditanamkan Sejak Dini

Ekonomi

Borobudur Indonesia Expo 2026 Ditargetkan Dongkrak Ekonomi Kota Magelang