Ekonomi Kota Bandung Tumbuh 5,80 Persen pada Triwulan II 2026

Heri - Sabtu, 26 September 2026 09:55 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Bandung (buseronline.com) - Perekonomian Kota Bandung tumbuh 5,80 persen secara tahunan pada Triwulan II 2026. Dilansir dari laman Jabarprov, pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan Triwulan I 2026 yang tercatat sebesar 5,76 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, pertumbuhan ekonomi tersebut didukung sejumlah komponen, antara lain konsumsi pemerintah yang tumbuh 31,90 persen, konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 8,95 persen, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi sebesar 3,65 persen.

Kepala Bapperida Kota Bandung Anton Sunarwibowo mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Kota Bandung untuk mengevaluasi kondisi perekonomian sekaligus menentukan arah pembangunan daerah.

"Angka pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi Kota Bandung tetap bergerak positif. Bagi pemerintah daerah, yang penting bukan hanya melihat angka pertumbuhan, tetapi memahami faktor yang mendorongnya dan melihat ruang penguatan agar pertumbuhan ekonomi semakin produktif dan berkelanjutan," ujar Anton.

Menurut dia, konsumsi domestik masih menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi Kota Bandung. Namun, penguatan investasi dan produktivitas tetap diperlukan untuk menjaga fondasi pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah Kota Bandung pun mengarahkan pembangunan ekonomi pada penguatan investasi, produktivitas dunia usaha, daya saing sektor perdagangan dan jasa, serta keterkaitan antarsektor ekonomi.

"Kita perlu memastikan pertumbuhan ekonomi memiliki fondasi yang semakin kuat. Karena itu, investasi, produktivitas dunia usaha, daya saing perdagangan dan jasa, serta sektor-sektor yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan," katanya.

Selain pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.

Data BPS Kota Bandung mencatat inflasi pada Juli 2026 sebesar 2,79 persen secara tahunan. Secara bulanan, Kota Bandung mengalami deflasi sebesar 0,06 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,53 persen.

Anton menyebut perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator yang terus dipantau dalam perencanaan pembangunan daerah.

"Pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga perlu dilihat secara bersama. Karena itu, berbagai indikator ekonomi terus kami gunakan untuk membaca kondisi daerah dan menjadi bahan dalam menentukan prioritas pembangunan," ujarnya.

Sementara itu, sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Pada Juni 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Kota Bandung mencapai 2,03 juta perjalanan.

Pada periode yang sama, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang dan nonbintang tercatat sebesar 54,58 persen.

Aktivitas pariwisata tersebut turut memberikan dampak terhadap berbagai sektor, seperti perdagangan, akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, serta ekonomi kreatif.

Karena itu, pengembangan pariwisata Kota Bandung tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat keterkaitan ekonomi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha dan masyarakat.

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, Bapperida juga mencermati sejumlah indikator yang masih menjadi tantangan, seperti net ekspor yang mengalami kontraksi dan perubahan inventori yang berfluktuasi.

Anton mengatakan kondisi tersebut menjadi bagian dari evaluasi pembangunan agar kebijakan ekonomi tidak hanya menjaga pertumbuhan, tetapi juga memperkuat struktur perekonomian Kota Bandung.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

MBG Harus Bergizi dan Aman, Pengawasan Pangan Jadi Perhatian

Ekonomi

IGD Kota Bandung Tetap Siaga 24 Jam, Warga Diminta Tak Panik Hadapi Gejala Influenza

Ekonomi

Pajak Warga Jabar Topang Pendidikan Hampir 1 Juta Siswa

Ekonomi

Festival Literasi Ciamis 2026 Dorong Masyarakat Terus Membaca dan Belajar

Ekonomi

Indonesia Sukses Gelar Dua Kejuaraan Indoor Skydiving Internasional

Ekonomi

Minyak Akar Wangi Garut Dapat Pengakuan Indikasi Geografis