Medan (buseronline.com) - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Semester II Tahun 2026.
Hal itu disampaikan Surya saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Akselerasi Percepatan Target Realisasi
PAD Semester II Tahun 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, pada 23 September 2026.
Surya menegaskan, optimalisasi pendapatan daerah membutuhkan kesamaan langkah dari seluruh pihak, khususnya 15 OPD dan BUMD yang berkaitan dengan penerimaan daerah.
"Dalam optimalisasi pendapatan ini, kita harus satu bahasa dan satu langkah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Terutama kepada 15 OPD dan BUMD," ujar Surya.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemprov Sumut telah membentuk Tim Optimalisasi Penerimaan Retribusi Daerah. Tim ini diketuai Wagub Sumut, dengan Sekretaris Daerah sebagai sekretaris dan Kepala Badan Pendapatan Daerah sebagai koordinator.
Tim teknis juga melibatkan Bappelitbang, BKAD, Inspektorat, dan Biro Hukum. Surya meminta seluruh unsur terkait aktif mengikuti evaluasi agar berbagai kendala dalam pencapaian target penerimaan dapat segera ditindaklanjuti.
Dalam rapat tersebut, Kepala BKAD Provinsi Sumut Timur Tumanggor menyampaikan perkembangan realisasi anggaran hingga 22 September 2026.
Total pendapatan daerah telah mencapai Rp8,9 triliun atau 69,8 persen dari target Rp12,8 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 59,06 persen.
Untuk PAD, realisasinya mencapai 59,15 persen atau sekitar Rp4,1 triliun dari target Rp6,9 triliun. Sementara pendapatan transfer telah mencapai 82,66 persen atau Rp4,8 triliun dari target Rp5,8 triliun.
Dari sisi belanja, realisasi telah mencapai 51,8 persen dari total pagu Rp12,8 triliun. Adapun penerimaan dari pajak daerah ditargetkan Rp6,2 triliun. Hingga 22 September 2026, realisasinya mencapai Rp3,5 triliun atau 56,59 persen.