Magelang (buseronline.com) - Total aset enam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Magelang hingga Agustus 2026 mencapai Rp375,64 miliar. Dari jumlah tersebut, laba bersih yang berhasil dibukukan mencapai Rp2,35 miliar.
Dilansir dari laman Jatengprov, meski mencatatkan pertumbuhan aset rata-rata sekitar lima persen, Pemerintah Kota
Magelang mendorong
BUMD untuk terus meningkatkan kinerja melalui pengembangan usaha dan penciptaan sumber pendapatan baru.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, BUMD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Selain menjalankan fungsi pelayanan publik, BUMD juga dituntut mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Damar dalam Focus Group Discussion (FGD)
BUMD, Pemda dan HIPMI Untidar di Aula PDAM Kota
Magelang, pada 21 September 2026. "
BUMD sebagai instrumen pembangunan sekaligus entitas bisnis yang profesional," ujar Damar.
Menurutnya, penguatan kinerja BUMD perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan bisnis inti masing-masing perusahaan. Sejumlah strategi yang disiapkan meliputi digitalisasi layanan dan pemasaran, pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar, pemanfaatan aset secara produktif, serta diversifikasi usaha yang masih sesuai dengan kompetensi utama BUMD.
Pemko
Magelang juga mendorong
BUMD agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan, tetapi turut menjadi penggerak pertumbuhan UMKM dan kewirausahaan anak muda.
Di sisi lain, pemerintah daerah akan memperkuat pengawasan dan mendorong BUMD agar semakin mandiri. Ketergantungan terhadap dukungan modal dari pemerintah diharapkan dapat dikurangi melalui penguatan bisnis dan optimalisasi sumber daya yang dimiliki.