Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung menargetkan peningkatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wali Kota Bandung
Muhammad Farhan mengatakan, kontribusi PAD ditargetkan mampu menutup lebih dari 60 persen total pendapatan daerah dalam pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.
Dilansir dari laman Jabarprov, hal itu disampaikan Farhan saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, pada 21 September 2026.
Farhan meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung lebih kreatif dan agresif dalam menggali berbagai sumber pendapatan yang sah serta berkelanjutan.
"Saya meminta Bapenda terus kreatif dan agresif mencari berbagai macam bentuk peningkatan pendapatan asli daerah," ujar Farhan.
Menurut Farhan, peningkatan PAD menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan keuangan daerah dalam membiayai pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Meski demikian, ia menekankan agar upaya meningkatkan pendapatan daerah tetap dibarengi dengan penguatan integritas dan pengawasan yang ketat.
"Jangan sampai peningkatan pendapatan justru menimbulkan persoalan baru. Integritas harus menjadi dasar dalam setiap proses pengelolaan pendapatan daerah," katanya.
Selain mengoptimalkan penerimaan dari sektor pajak dan retribusi, Farhan juga mendorong berbagai inovasi yang dapat memperluas basis pendapatan daerah tanpa menambah beban masyarakat.
Dengan penguatan PAD, Farhan berharap
Pemko Bandung memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta menjalankan berbagai program prioritas Bandung Utama.
"Kita ingin membangun kemandirian fiskal yang kuat, tetapi harus dicapai dengan cara yang transparan, profesional, dan akuntabel," tuturnya.
Dalam Rancangan APBD 2027,
Pemko Bandung menargetkan pendapatan daerah mencapai Rp7,46 triliun. Target tersebut meningkat 3,74 persen dibandingkan pendapatan dalam APBD 2026. (R)