Tarutung (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) resmi meluncurkan Gerakan Tanam Serentak Pengembangan Kawasan Kopi Arabika sebanyak 2,2 juta batang. Kegiatan dipusatkan di Desa Jambur Nauli, Kecamatan Tarutung, Jumat (18/9/2026).
Gerakan tersebut dilaksanakan secara terintegrasi di sembilan kecamatan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian unggulan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Penanaman dipimpin langsung Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, didampingi Ketua TP PKK Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, Kepala Dinas Pertanian Victor Siagian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan SEY Pasaribu serta jajaran pimpinan perangkat daerah.
Kegiatan turut diikuti secara virtual dari delapan kecamatan lainnya, yakni Siborongborong, Muara, Pagaran, Sipoholon, Siatas Barita, Sipahutar, Pangaribuan dan Garoga. Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan dan Sekretaris Daerah Henry Sitompul juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Bupati Jonius mengatakan gerakan tanam serentak bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah konkret membangun ekosistem pertanian yang maju, modern, berbasis teknologi dan berkelanjutan.
Pemkab Taput mencatat luas tanaman kopi Arabika pada 2025 mencapai 16.922,57 hektare dengan produksi 15.998,96 ton. Melalui program pengembangan kawasan kopi ini, luas areal ditargetkan meningkat menjadi 19.252 hektare pada 2026.
Bupati menegaskan, pengembangan kopi harus mendapat pendampingan secara menyeluruh. Pengawalan tidak boleh berhenti pada proses penanaman, tetapi harus dilanjutkan hingga panen, pascapanen dan pemasaran.
"Pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada tahap penanaman saja. Harus dikawal hingga panen, pascapanen, dan pemasaran agar memberikan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan petani," ujar Jonius.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Taput Victor Siagian menjelaskan, pengembangan kawasan kopi seluas 2.000 hektare merupakan hasil kolaborasi Pemkab Tapanuli Utara, Kementerian Pertanian RI dan Pemerintah Provinsi Sumut.
Program tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif sekaligus meningkatkan daya saing kopi Arabika sebagai komoditas unggulan daerah.
Penyaluran 2,2 juta bibit kopi dilakukan secara bertahap. Sebanyak 845 ribu batang bibit telah disalurkan pada tahap pertama kepada kelompok tani penerima manfaat. Selanjutnya, tahap kedua akan disalurkan sebanyak 510 ribu batang, kemudian tahap ketiga sebanyak 845 ribu batang.
Gerakan Tanam Serentak ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara yang mengusung tema "Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju."
Pemkab Tapanuli Utara optimistis pengembangan kawasan kopi Arabika tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Galung)