Pemkab Toba Serius Benahi Persampahan, Kabupaten Toba Jadi Pilot Project Program LSDP

Administrator - Jumat, 04 September 2026 21:17 WIB
Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu saat bertukar cindera mata dengan pihak LSDP di kantor Bupati Toba, Jumat (4/9/2026).

Balige (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba terus memperkuat komitmen dalam menangani persoalan persampahan melalui sistem pengelolaan yang terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui berbagai langkah strategis, salah satunya kesiapan Kabupaten Toba dalam menjalankan program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).

Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu memimpin langsung Rapat Konsolidasi Kesiapan Pemkab Toba untuk Pelaksanaan Program LSDP, Jumat (4/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Effendi mengungkapkan bahwa Kabupaten Toba saat ini menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah. Setiap hari, volume timbulan sampah diperkirakan mencapai 100 hingga 120 ton.

Dari jumlah tersebut, baru sekitar 45 persen yang dapat diangkut dan dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sementara sekitar 55 persen lainnya belum terlayani akibat keterbatasan sarana, prasarana dan sumber daya.

"Pengelolaan di bagian hilir saat ini masih mengandalkan metode pembuangan terbuka (open dumping) tanpa pengolahan lanjutan. Sementara 55 persen wilayah Toba lainnya belum terjangkau layanan pengangkutan," ujar Effendi.

Keterbatasan fiskal daerah membuat Pemkab Toba tidak dapat menyelesaikan persoalan persampahan secara mandiri. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan koordinasi dan mencari dukungan pemerintah pusat.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kabupaten Toba ditetapkan sebagai salah satu lokasi percontohan (pilot project) penerima program strategis LSDP melalui sinergi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Bappenas.

Sebagai bentuk kesiapan daerah, Pemkab Toba telah melakukan perluasan lahan operasional TPA dari sebelumnya 2,5 hektare menjadi 3,4 hektare.

Selain itu, sejumlah dokumen teknis juga telah disiapkan, di antaranya Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), serta persiapan Memorandum of Understanding (MoU) dengan calon offtaker.

Dukungan juga datang dari DPRD Kabupaten Toba yang berkomitmen menyediakan anggaran operasional persampahan secara berkelanjutan.

Pemkab Toba bersama DPRD juga tengah mematangkan rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus persampahan sebagai bagian dari penguatan kelembagaan.

Sebelumnya, Kamis (3/9/2026), tim penilai LSDP dari pemerintah pusat telah melakukan kunjungan lapangan ke TPA Pintu Bosi, Kecamatan Laguboti.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menilai kelayakan lokasi yang direncanakan menjadi sentra pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Pada hari yang sama, Pemkab Toba juga menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan melalui Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI).

Pertemuan yang berlangsung di Balai Data Lantai IV, Kantor Bupati Toba tersebut membahas peluang kerja sama transfer teknologi dalam pengelolaan sampah yang modern, efisien dan ekonomis.

Salah satu konsep yang dibahas adalah pembangunan TPST dengan penerapan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sampah yang telah diolah nantinya ditargetkan dapat menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang berasal dari residu sampah.

Tim ahli KEITI juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi, termasuk fasilitas Pengelolaan Air Limbah di depan Puskesmas Tandang Buhit dan kawasan TPA.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi lapangan sekaligus melihat kesesuaian teknologi yang dapat diterapkan dalam sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Toba.

Bupati Effendi menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur maupun menambah armada pengangkutan.

Menurutnya, keberhasilan program pengelolaan sampah membutuhkan sinergi pemerintah, legislatif, masyarakat dan berbagai pihak lainnya.

"Pemkab Toba mengimbau seluruh lapisan masyarakat mulai membiasakan diri mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Ini penting demi terwujudnya Kabupaten Toba yang lebih bersih, sehat, maju dan berkelanjutan," tegas Effendi. (Galung)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemkab Toba Gandeng Korea Selatan Kembangkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Ekonomi

Komisi VII DPR RI Kunjungi Tapanuli Utara, Soroti Penyaluran KUR dan Pemulihan UMKM

Ekonomi

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Presiden Prabowo di Vladivostok, Rusia

Ekonomi

Gerakan Pangan Murah Digelar di Tarutung, Harga Beras hingga Telur di Bawah Pasaran

Ekonomi

Pemkab Toba Mulai Bahas Pilkades 2027, Tahapan Direncanakan Dimulai Mei

Ekonomi

Prabowo Tegaskan Transformasi Bangsa Berfokus Angkat Rakyat dari Kemiskinan