Pemkab Toba Gandeng Korea Selatan Kembangkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Administrator - Kamis, 03 September 2026 20:27 WIB
Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu saat memberikan cindera mata kepada pemerintah Korea Selatan lewat KEITI, Kamis (3/9/2026).

Balige (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan melalui Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang modern, efektif, dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut dinilai penting mengingat produksi sampah di Kabupaten Toba saat ini mencapai sekitar 100-120 ton per hari. Sementara itu, pengelolaan sampah masih menghadapi berbagai keterbatasan dan sebagian masih menggunakan sistem pembuangan terbuka (open dumping).

Hal itu disampaikan Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu saat menerima kunjungan tim KEITI di Balai Data Lantai IV Kantor Bupati Toba, Kamis (3/9/2026).

"Di Kabupaten Toba, tumpukan sampah mencapai 100-120 ton per hari, di mana penanganannya masih dilakukan dengan model open dumping," ujar Effendi.

Menurutnya, persoalan sampah tidak lagi sebatas masalah kebersihan. Pengelolaan sampah berkaitan erat dengan lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, perubahan iklim, perekonomian, pariwisata, serta kualitas kehidupan masyarakat.

Karena itu, Pemkab Toba mendorong penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Effendi mengatakan, Pemkab Toba masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, kapasitas pengelolaan, sumber daya manusia, pembiayaan, serta rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Untuk itu, Pemkab Toba membuka peluang transfer pengetahuan dan teknologi dari Korea Selatan. Pemerintah daerah berharap pengalaman Korea Selatan dapat membantu Kabupaten Toba membangun sistem persampahan yang lebih modern dan berkelanjutan.

"Kami berharap kunjungan konsultan dari Korea tidak hanya menghasilkan kajian atau rekomendasi, tetapi dapat menjadi awal kerja sama yang konkret dan implementatif bagi Kabupaten Toba," kata Effendi.

Ia juga berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi dapat berkembang ke pengembangan proyek, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan teknologi, hingga peluang investasi di bidang persampahan.

Setelah pertemuan, delegasi Korea Selatan bersama jajaran Pemkab Toba meninjau langsung kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Pintu Bosi, Kecamatan Laguboti.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi dan proses pengelolaan sampah di lapangan. Hasil peninjauan akan menjadi salah satu bahan dalam menyusun konsep kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan Kabupaten Toba.

Delegasi kemudian meninjau lokasi pemilahan sampah di depan Puskesmas Tandang Buhit, Balige. Dari lokasi tersebut, delegasi melihat praktik pemilahan sampah di tingkat masyarakat sekaligus potensi pengembangan pengelolaan sampah berbasis pemilahan dan daur ulang.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, Konsul Kehormatan Republik Korea Selatan untuk Sumatera Parlindungan Purba, Kepala Perwakilan KEITI Indonesia Kang Minsoo, Staf KEITI Indonesia Winall Satriawan, Direktur Utama KECC Kim Young-Kyu, Manajer KECC Hong Jeong-Wan, serta Direktur YOOSHIN Indonesia Ahn Key.

Pemkab Toba berharap kerja sama dengan Korea Selatan tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam membenahi sistem persampahan di daerah.

Selain menjaga kelestarian lingkungan kawasan Danau Toba, pengelolaan sampah yang lebih baik diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Toba. (Galung)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Komisi VII DPR RI Kunjungi Tapanuli Utara, Soroti Penyaluran KUR dan Pemulihan UMKM

Ekonomi

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Presiden Prabowo di Vladivostok, Rusia

Ekonomi

Gerakan Pangan Murah Digelar di Tarutung, Harga Beras hingga Telur di Bawah Pasaran

Ekonomi

Pemkab Toba Mulai Bahas Pilkades 2027, Tahapan Direncanakan Dimulai Mei

Ekonomi

Prabowo Tegaskan Transformasi Bangsa Berfokus Angkat Rakyat dari Kemiskinan

Ekonomi

Bupati Taput Jemput Bola ke BBWS Sumatera II, Percepatan Infrastruktur SDA Jadi Prioritas