Wagub Sumut Tegaskan Reforma Agraria Harus Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Heri - Kamis, 03 September 2026 14:45 WIB
Wakil Gubernur Sumut Surya saat membuka Rapat Koordinasi Awal GTRA Provinsi Sumut Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (2/9/2026).

Medan (buseronline.com) - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan pelaksanaan reforma agraria harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Surya, reforma agraria tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan tanah dan kepastian hukum. Program tersebut juga harus mampu membuka akses ekonomi bagi masyarakat penerima manfaat.

Hal itu disampaikan Surya saat membuka Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Sumut Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, pada 2 September 2026.

Rakor tersebut dihadiri Direktur Landreform Ditjen Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN Rudi Rubijaya, Kepala Kanwil BPN Sumut Nugraha, Pj Sekdaprov Sumut Timor Tumanggor, perwakilan Forkopimda, serta sejumlah kepala daerah.

Surya mengatakan reforma agraria merupakan upaya menghadirkan keadilan melalui penataan penguasaan, kepemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah. Karena itu, hasil dari program tersebut harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi, kita telah membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria melalui Keputusan Gubernur. Dengan begitu, kita memiliki wadah koordinasi lebih terpadu dalam melaksanakan penataan aset, penyelesaian konflik agraria, serta pengembangan akses ekonomi bagi penerima manfaat," ujar Surya.

Ia menyebut Sumut masih menghadapi berbagai persoalan pertanahan, mulai dari tumpang tindih penguasaan lahan, sengketa kepemilikan, hingga persoalan penyelarasan data antarinstansi.

Untuk itu, penyelesaian masalah agraria harus dilakukan secara cermat, terbuka, dan akurat agar memberikan kepastian hukum serta keadilan bagi masyarakat.

Surya menekankan, setelah penataan aset dilakukan, masyarakat juga harus mendapatkan dukungan untuk mengembangkan potensi ekonominya.

Dukungan tersebut dapat berupa penguatan koperasi, pengembangan UMKM, pendampingan usaha, pemberdayaan ekonomi, hingga akses pembiayaan.

"Penataan ini, masyarakat perlu memperoleh dukungan seperti penguatan koperasi, pengembangan UMKM, pemberdayaan ekonomi, pendampingan usaha, hingga akses pembiayaan. Dengan begitu, manfaat reforma agraria bermuara pada kesejahteraan keluarga dan pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Ia juga meminta seluruh pihak memperkuat sosialisasi berbagai kebijakan baru terkait reforma agraria agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaannya di lapangan.

Surya mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam menjalankan program reforma agraria. Menurutnya, penyelesaian persoalan agraria membutuhkan komitmen dan koordinasi antarlembaga.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Wagub Sumut Surya Ikuti Jalan Santai HUT ke-33 RS Adam Malik

Ekonomi

Pemkab Bekasi Dorong Komite Sekolah Aktif Awasi Tata Kelola Pendidikan

Ekonomi

Wagub Sumut Apresiasi Kontribusi USU dalam Pembangunan Daerah

Ekonomi

Wagub Sumut: Pendidikan Gratis Jadi Prioritas, Kepulauan Nias Dapat PUBG

Ekonomi

Wagub Sumut: Kolaborasi Jadi Kunci Tingkatkan Mutu Pendidikan di Nias Barat

Ekonomi

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Digital Guru melalui Program KLIC 2026