Sekda Jabar: UMKM Harus Berani Naik Kelas, Jangan Takut Gagal

Heri - Kamis, 03 September 2026 19:20 WIB
Kegiatan Pendampingan Pengurusan Sertifikasi Halal bagi 1.000 Pelaku UMKM Mikro dan Kecil serta Executive Seminar bertajuk “AKU KAMU KITA Bergerak Bersama Membangun Bisnis UMKM Indonesia” di Blessing Room Convention Center D'Botanica Hotel, Kota Bandung, Rabu (2/9/2026).

Bandung (buseronline.com) - Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berani mengembangkan usaha dan naik kelas. Menurutnya, keberhasilan UMKM tidak hanya bergantung pada modal dan strategi bisnis, tetapi juga pada pola pikir pelaku usaha.

Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pendampingan Pengurusan Sertifikasi Halal bagi 1.000 Pelaku UMKM Mikro dan Kecil serta Executive Seminar bertajuk "AKU KAMU KITA Bergerak Bersama Membangun Bisnis UMKM Indonesia" di Blessing Room Convention Center D'Botanica Hotel, Kota Bandung, pada 2 September 2026.

Sekda mengatakan, tidak boleh ada alasan bagi pelaku UMKM untuk berhenti berkembang. Langkah untuk membawa usaha naik kelas, kata dia, harus dimulai dari membangun keyakinan dan pola pikir yang positif.

"Tidak ada alasan pokoknya semua yang hadir di sini UMKM-nya harus naik kelas, dan itu mulai dari pikiran. Mulai dari pikiran, sesederhana itu," ujarnya dilansir dari laman Jabarprov.

Ia menilai rasa takut menjadi salah satu faktor yang menghambat pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis. Kekhawatiran produk tidak laku, mengalami kerugian, hingga mendapat penolakan sering kali membuat pelaku usaha enggan mencoba.

"Persoalannya belum apa-apa kita semuanya sudah takut. Takut enggak laku, takut rugi, takut ditolak. Itu yang membuat Bapak Ibu sulit naik kelas, ya pikiran Bapak Ibu sendiri," katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Sekda mengajak pelaku UMKM memiliki visi yang jelas serta membangun pola pikir positif dalam menjalankan bisnis. Ia menegaskan bahwa keberhasilan usaha membutuhkan keberanian untuk mencoba, belajar dari kegagalan, dan terus melakukan perbaikan.

Pentingnya konsistensi juga disampaikan melalui peribahasa Sunda "cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok". Peribahasa tersebut menggambarkan bahwa sesuatu yang dilakukan secara terus-menerus pada akhirnya dapat menghasilkan perubahan.

"Walaupun batu keras dan air itu hanya setetes, tapi terus-terusan, sudah akan jadi legok. Mun keyeng tangtu pareng, kata leluhur," ucapnya.

Sekda juga mengutip pemikiran Socrates mengenai pentingnya pengulangan dalam mencapai keunggulan. "Tidak ada yang unggul, yang ada adalah pengulangan. Repetition, diulang-ulang terus," katanya.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Komisi VII DPR RI Kunjungi Tapanuli Utara, Soroti Penyaluran KUR dan Pemulihan UMKM

Ekonomi

Disdagin Kota Bandung Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembinaan dan Perluasan Pasar

Ekonomi

Janji Mentan Amran kepada Buruh Tani Karawang Langsung Terwujud, Alsintan Tiba dalam Hitungan Jam

Ekonomi

Jabar Targetkan Bebas Anak Tidak Sekolah pada 2029

Ekonomi

Mentan Amran Sidak Sawah Karawang, Dorong Petani Tanam Tiga Kali Setahun

Ekonomi

Pascabencana, Pemko Medan Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Digital