AEROSAFER Pangan, Inovasi Polri Perkuat Ketahanan Pangan dari Udara

Heri - Sabtu, 22 Agustus 2026 14:40 WIB
Pengembangan AEROSAFER Pangan (Collaborative Air Support Model), sebuah model dukungan udara yang dirancang untuk membantu pengawasan dan penanganan kawasan pertanian, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses darat.

Pondok Cabe (buseronline.com) - Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri terus mendorong inovasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dilansir dari laman Humas Polri, salah satunya melalui pengembangan AEROSAFER Pangan (Collaborative Air Support Model), sebuah model dukungan udara yang dirancang untuk membantu pengawasan dan penanganan kawasan pertanian, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses darat.

Inovasi tersebut digagas oleh Kombes Pol Heri Setianto SE MM, Kasubdit Fasharkan Ditpoludara Korpolairud, sebagai bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan 66 Tahun 2026.

AEROSAFER Pangan mengintegrasikan kemampuan pemantauan udara, pengumpulan data, pemetaan wilayah, koordinasi lintas instansi, serta respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat mengancam kawasan pertanian.

Gangguan yang dimaksud antara lain kebakaran hutan dan lahan, bencana alam, kerusakan jaringan irigasi, hambatan distribusi hasil pertanian, hingga kondisi geografis yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut didukung pesawat udara Polri dan AERO Support Board, yakni dashboard yang menyajikan informasi hasil pemantauan udara untuk mendukung koordinasi, pelaporan, serta pengambilan keputusan secara cepat dan terukur.

Kombes Pol. Heri Setianto mengatakan, upaya menjaga ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Diperlukan pula sistem pengawasan dan perlindungan yang mampu memberikan respons cepat terhadap berbagai ancaman di lapangan.

«"AEROSAFER Pangan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kawasan ketahanan pangan nasional," ujar Heri.»

Selain itu, AEROSAFER Pangan mendorong penyusunan standar operasional prosedur (SOP) permintaan dukungan udara. SOP tersebut diharapkan dapat memastikan pengerahan pesawat sesuai kebutuhan, tepat sasaran, dan tetap memenuhi aspek keselamatan penerbangan.

Untuk mendukung implementasinya, Ditpoludara Korpolairud akan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, AirNav Indonesia, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam pengembangan program ini adalah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Wilayah tersebut memiliki potensi pertanian yang besar, namun menghadapi tantangan berupa luasnya kawasan, keterbatasan akses, kondisi lahan rawa, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Stand Korsabhara Baharkam Polri Jadi Magnet Pengunjung Indo Security 2026

Ekonomi

Kakorbinmas Baharkam Polri Tinjau Satkamling di Cimahi, Perkuat Keamanan Berbasis Masyarakat

Ekonomi

Kakorbinmas Baharkam Polri Tekankan Penguatan Peran Bhabinkamtibmas di Polres Kediri Kota

Ekonomi

Ditpamobvit Polri dan PT ICA Perkuat Sistem Pengamanan Lewat Penandatanganan PKT

Ekonomi

Tiga Personel Ditpolsatwa Polri Raih Prestasi Gemilang, Dapat Penghargaan dari Pimpinan

Ekonomi

Korsabhara Baharkam Polri Gelar Pengamanan Strong Point dan Patroli Dialogis di Jakarta