Semarang (buseronline.com) - Galeri UKM Jawa Tengah di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang mencatatkan pertumbuhan omzet yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Hingga semester pertama 2026, omzet galeri tersebut telah mencapai Rp439,07 juta.
Dilansir dari laman Jatengprov, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM
Jawa Tengah, omzet Galeri UKM Jateng pada 2024 tercatat Rp449,19 juta dengan jumlah pengunjung sebanyak 4.599 orang. Pada 2025, omzet meningkat menjadi Rp657,59 juta dengan jumlah pengunjung mencapai 7.086 orang.
Sementara sepanjang Januari hingga Juni 2026, omzet telah mencapai Rp439,07 juta dengan jumlah pengunjung sebanyak 4.503 orang. Capaian tersebut diperkirakan masih akan meningkat hingga akhir tahun.
Ketua Dekranasda Provinsi
Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengapresiasi peningkatan tersebut. Menurutnya, capaian omzet selama enam bulan pada 2026 hampir menyamai total omzet sepanjang 2024.
"Saya mengapresiasi capaian ini. Omzet setengah tahun 2026 saja hampir sama dengan satu tahun 2024," ujar Nawal saat audiensi dengan Dinas Koperasi dan UKM di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, pada 18 Agustus 2026.
Meski demikian, Nawal meminta pengelolaan galeri tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan. Ia menilai produk yang ditampilkan harus disesuaikan dengan perkembangan pasar dan karakteristik pengunjung.
Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah diminta melakukan asesmen terhadap setiap UMKM yang akan mengisi galeri. Asesmen tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari makanan, fesyen, aksesori hingga produk kerajinan.
"Kita harus tahu makanan yang paling laris, kebutuhan masyarakat apa, fesyen yang murah bagaimana. Baru menentukan UMKM-nya. Kita harus tahu karakteristik toko yang bisa memenuhi kebutuhan pengunjung," katanya.
Nawal menilai pemetaan pasar penting dilakukan agar produk yang dipasarkan tidak hanya memiliki kualitas baik, tetapi juga mempunyai pasar yang jelas. Dengan demikian, keberadaan Galeri UKM Jateng dapat menjadi sarana pemasaran yang lebih efektif bagi pelaku UMKM.
Terlebih, Bandara Ahmad Yani kini kembali berstatus sebagai bandara internasional. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan produk unggulan
Jawa Tengah kepada pengunjung dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Nawal berharap Galeri UKM Jateng dapat menghadirkan produk yang merepresentasikan potensi lokal dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
"Rebranding galeri UKM Jateng bisa juga dengan menampilkan kearifan lokal di
Jawa Tengah. Misalnya kopi Temanggung bisa dibuat jadi inovasi menu untuk coffee shop di area sana," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Daya Saing UKM Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Jani Sugijarti, mengatakan produk yang banyak diminati pengunjung antara lain oleh-oleh khas Semarang seperti bandeng presto, wingko, moaci, lunpia, dan tahu bakso.
Selain makanan, produk merchandise seperti gantungan kunci, magnet kulkas, dan kaos juga menjadi pilihan pengunjung. Produk ready to wear berbahan batik dengan kisaran harga Rp200 ribu hingga Rp500 ribu turut diminati.