Bobby Nasution: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata

Heri - Rabu, 19 Agustus 2026 09:50 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam Resepsi Kenegaraan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Senin (17/8/2026) malam.

Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus diisi dengan kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution dalam Resepsi Kenegaraan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Senin malam.

Di hadapan para Konsul Jenderal (Konjen) negara sahabat dan para undangan, Bobby mengatakan cita-cita pembangunan harus diwujudkan melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. "Cita-cita itu baru cukup kalau sudah menjadi kenyataan dan sudah tercapai," tegas Bobby.

Bobby menyebut Sumut memiliki kekayaan alam dan potensi besar yang harus dikelola secara optimal. Danau Toba dan berbagai sumber daya alam lainnya, menurutnya, merupakan anugerah yang harus dijaga agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Untuk itu, Bobby mengajak pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta negara-negara sahabat memperkuat kolaborasi dalam membangun Sumut yang maju dan sejahtera.

Ia menilai semangat kolaborasi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Bobby mengibaratkan pembangunan seperti perlombaan panjat pinang yang membutuhkan kerja sama banyak pihak untuk mencapai puncak.

"Untuk mencapai puncak, tidak ada satu pihak pun yang dapat berdiri sendiri. Ada yang memanjat, menopang, memberi arah, sekaligus memastikan agar tidak terjatuh," ujarnya.

Menurut Bobby, hasil pembangunan yang dicapai nantinya harus mampu menghadirkan kemakmuran, membuka kesempatan, serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Sumut.

Bobby juga menekankan pentingnya menghilangkan berbagai hambatan dalam pelayanan publik dan investasi. Ia meminta pemerintah tidak menciptakan kesulitan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

"Jangan mempersulit orang. Kita saja sebagai umat manusia kalau dipersulit sesama manusia, kesalnya luar biasa," katanya.

Sementara itu, Konjen Malaysia di Medan Shahril Nizam Abdul Malek mengapresiasi potensi serta arah pembangunan Sumut. Ia menilai pembangunan daerah membutuhkan kerja sama karena tidak mungkin dilakukan oleh satu pihak saja.

"Tidak ada satu orang pun yang bisa sampai ke puncak dengan kekuatan sendiri. Yang paling kuat berada di bawah, yang paling ringan mungkin berada di atas, yang berpengalaman mengatur strategi. Semua harus percaya kepada orang lain," ujarnya.

Shahril juga menyoroti potensi Sumut di sektor pertanian, perkebunan, industri, dan pariwisata. Namun, potensi tersebut harus didukung infrastruktur memadai, konektivitas yang kuat, serta kemudahan perizinan.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Toba Caldera Culture Festival 2026 Didorong Jadi Ajang Promosi Budaya Batak ke Mancanegara

Ekonomi

Bobby Nasution Dorong Beasiswa Mahasiswa Poltekkes Gunungsitoli, Targetkan Cakupan hingga 50 Persen

Ekonomi

Bobby Nasution Minta Kepala Daerah di Kepulauan Nias Segera Usulkan BKP 2027

Ekonomi

Bobby Nasution Siapkan Rp2 Miliar Bangun Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Ekonomi

Sekolah Gratis di Pulau Nias Disambut Antusias, Siswa Apresiasi Komitmen Gubernur Bobby Nasution

Ekonomi

Gedung Permanen SMPN 4 Sitolu Ori Segera Dibangun, Siswa Tak Lagi Belajar di Bangunan Darurat