Surabaya (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa prajurit TNI yang turun membantu petani tidak menerima honor tambahan. Dilansir dari laman Kementan, keterlibatan prajurit di sektor pertanian merupakan bentuk pengabdian untuk membantu mempercepat pekerjaan di lapangan.
Amran mengatakan, prajurit
TNI tetap menerima gaji sebagai anggota
TNI. Namun, berbagai kegiatan yang dilakukan untuk membantu petani, mulai dari mendorong traktor, mengolah lahan, hingga mengangkat dan memasang pompa, tidak mendapatkan bayaran tambahan.
"Ini selalu ditanyakan mahasiswa, wartawan, dan ditanyakan juga di Komisi IV. Inilah membantu siang malam. Jadi bukan tidak ada tambahan honor, membantu mendorong traktor, mengolah lahan, mengangkat pompa, itu tidak ada," ujar Amran, Rabu.
Ia menegaskan, tidak ada tambahan pembayaran bagi prajurit yang bekerja membantu petani pada Sabtu, Minggu, hari libur maupun malam hari.
"Jadi gajinya ada, tapi gaji TNI-nya. Tapi untuk kerja Sabtu, Minggu, hari libur, siang malam, memasang pompa, itu tidak ada. Tidak ada, tidak diberikan gaji," tegasnya.
Menurut Amran, dukungan
TNI sangat dibutuhkan pemerintah untuk menghadapi tantangan produksi pangan, khususnya ketika Indonesia menghadapi kondisi El Niño ekstrem.
Situasi tersebut membutuhkan respons cepat, terutama dalam mempercepat pengolahan lahan dan penanganan irigasi. Kebutuhan tenaga di lapangan juga semakin besar karena jumlah penyuluh pertanian lapangan (PPL) masih belum mencukupi.
Amran menyebut saat ini jumlah PPL sekitar 37 ribu orang, sementara kebutuhan ideal mencapai lebih dari 80 ribu orang. "PPL kita 37 ribu, kita butuh 80 ribu lebih. Kita kurang sekitar 50 ribu," katanya.