Medan (busernline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mempercepat pembangunan di empat kabupaten di Kepulauan Nias yang masih masuk kategori daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Percepatan tersebut dilakukan melalui sejumlah program prioritas, di antaranya Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Proyek Strategis Daerah (PSD), yang mencakup pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, konektivitas, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung mengatakan salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menghadirkan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Gubernur Sumut Surya untuk berkantor di Kepulauan Nias.
Hal itu disampaikan Basarin dalam Dialog Interaktif memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI Provinsi Sumut Tahun 2026 yang disiarkan RRI Medan, Selasa.
Menurut Basarin, kehadiran pimpinan Pemprov Sumut di Kepulauan Nias menjadi upaya untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus memperoleh gambaran langsung mengenai berbagai persoalan di lapangan.
"Artinya menjemput bola, supaya apa-apa yang terjadi, fenomena, fakta-fakta, data-data yang ada di lapangan bisa dirumuskan menjadi kebijakan yang sesungguhnya dibutuhkan oleh masyarakat," ujar Basarin.
Ia menyebut empat kabupaten di Kepulauan Nias masih membutuhkan akselerasi pembangunan karena masuk dalam kategori daerah tertinggal. Kondisi tersebut mendorong Pemprov Sumut untuk memperkuat intervensi pembangunan di wilayah tersebut.
Sejumlah program PHTC telah dilaksanakan, termasuk Program Berobat Gratis (Probis) serta penyediaan akses internet di ruang publik dan sekolah melalui program Digitalisasi Pelayanan Publik (CERDAS).
Di sektor infrastruktur, Pemprov Sumut menjalankan program Infrastruktur Strategis Terintegrasi (INSTANSI), yang meliputi pembangunan jalan, jembatan, dan peningkatan konektivitas menuju wilayah yang masih terisolasi.
Pembangunan jalan antara lain mencakup ruas
Nias Selatan–
Nias Barat, koridor Dola dan Duria, serta Opiatumbeherua di wilayah
Nias Selatan dan
Nias Barat.
Pemprov Sumut juga tengah mengkaji pembangunan pelabuhan terpadu di Kepulauan Nias. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas transportasi laut sekaligus menekan biaya distribusi logistik.
"Gubernur berencana untuk membangun pelabuhan dan gudang-gudang logistik. Ini untuk menambah pelayaran ke sana, bagaimana logistik bisa diangkut ke sana dengan harga yang terjangkau," kata Basarin.
Sementara melalui PSD, pemerintah juga membangun talud, turap, dan dinding penahan tanah di sejumlah ruas jalan. Pelayanan kesehatan turut menjadi perhatian dengan peningkatan kapasitas sejumlah puskesmas.