Tarutung (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan dan kearifan lokal.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Utara bersama Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Taput dengan membuka Program Sosialisasi dan Pelatihan Penenunan Ulos Berbasis Serat Limbah Pertanian atau ECO-Ulos.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dekranasda, Sopo Partungkoan Tarutung, Selasa (11/8/2026), diikuti sebanyak 50 penenun (partonun) yang merupakan perwakilan dari Kecamatan Tarutung, Sipoholon, Siatas Barita, dan Pahae Julu.
Program ECO-Ulos merupakan sebuah inovasi yang memanfaatkan limbah pelepah pisang dan daun nanas untuk diolah menjadi serat dan benang tenun berkualitas. Dalam kegiatan tersebut, Founder dan CEO PT Saree Jaya Indonesia (Saree Ulos), Juliana Sianturi, hadir sebagai narasumber utama.
Ketua Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara, Ny Neny Angelina JTP Hutabarat, mengatakan keberadaan lebih dari 6.000 penenun di Tapanuli Utara merupakan aset daerah yang sangat berharga dan harus terus dikembangkan.
Menurutnya, ECO-Ulos tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu upaya menjaga kelestarian lingkungan.
"Ulos bagi masyarakat Batak bukan sekadar kain, melainkan identitas, warisan leluhur, dan sumber penghidupan. Melalui ECO-Ulos, kita membuktikan bahwa limbah pertanian dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi," ujar Neny Angelina.
Ia menambahkan, program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem wastra yang terintegrasi dengan melibatkan petani, penenun, pelaku UMKM hingga desainer nasional.
Pemkab Taput dan Dekranasda juga menjalin kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penelitian pewarnaan alam. Selain itu, program ini mendapat dukungan dari Science Techno Park (STP) IPB University serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk ECO-Ulos sekaligus mempersiapkan produk lokal Tapanuli Utara agar mampu memasuki pasar internasional dan memiliki peluang ekspor sebagai produk ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Tapanuli Utara, Augus Sinaga, menegaskan pemerintah daerah siap mengawal keberlanjutan program ECO-Ulos dari hulu hingga hilir.
"Pemkab Taput siap mendampingi para penenun, mulai dari legalitas usaha, pelatihan berkelanjutan, hingga fasilitasi pemasaran, termasuk pemanfaatan fasilitas pemasaran digital yang ada di Dekranasda," katanya.
Augus berharap para penenun tidak hanya mampu menghasilkan kain berkualitas, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha tenun yang mandiri dan mampu bersaing di pasar global.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat menjadi Duta ECO-Ulos yang membawa semangat inovasi, menjaga kualitas produk, sekaligus memperkuat posisi Tapanuli Utara sebagai salah satu daerah percontohan pengembangan wastra hijau berkelanjutan di Indonesia. (Galung)