Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN, Dorong Riset Perkuat Kemandirian Teknologi Nasional

Administrator - Jumat, 07 Agustus 2026 20:10 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau berbagai hasil riset dan inovasi yang dikembangkan oleh BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta sebelum bertemu dengan sekitar 150 periset BRIN.

Jakarta (buseronline.com) - Presiden RI Prabowo Subianto meninjau berbagai hasil riset dan inovasi yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta sebelum bertemu dengan sekitar 150 periset BRIN.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat secara langsung perkembangan inovasi strategis yang diproyeksikan mampu mendukung percepatan pelaksanaan agenda pembangunan nasional.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden didampingi Kepala BRIN, Arif Satria, yang memperkenalkan berbagai hasil penelitian dari sejumlah bidang strategis, mulai dari energi, pertahanan, kedirgantaraan, kesehatan, pangan, hingga teknologi pengolahan air.

Selama kegiatan berlangsung, Presiden Prabowo tampak antusias menyaksikan berbagai inovasi yang dipamerkan. Ia juga berdialog dengan para peneliti, mengajukan sejumlah pertanyaan, serta mendengarkan penjelasan mengenai potensi penerapan teknologi untuk menjawab berbagai kebutuhan nasional.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian Presiden adalah unit pengelolaan air darurat yang mampu mengolah air banjir, air payau, air tanah, hingga air sungai menjadi air siap minum. Presiden bahkan mencoba langsung hasil olahan teknologi tersebut yang telah dimanfaatkan dalam operasi penanganan bencana dan penyediaan air bersih.

Dalam laporannya, Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa seluruh inovasi yang ditampilkan merupakan bagian dari penguatan kapabilitas teknologi nasional. Di sektor energi, BRIN mengembangkan teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF) melalui kerja sama dengan peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa. Teknologi tersebut diperkirakan mampu menghemat subsidi LPG hingga sekitar Rp26 triliun per tahun.

Pada sektor kedirgantaraan, BRIN mengembangkan desain pesawat, wahana nirawak, dan satelit penginderaan jauh. Pesawat N219 telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi, sementara satelit NEO-1 dijadwalkan meluncur pada awal 2027 guna mendukung sektor pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, serta pengawasan maritim.

Di bidang pertahanan, BRIN juga mengembangkan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) Alap-Alap yang mampu terbang hingga enam jam dengan jangkauan sekitar 100 kilometer untuk mendukung kegiatan pemantauan, survei, pemetaan, dan pengawasan wilayah.

Sementara itu, pada sektor transportasi dan ketahanan pangan, BRIN mengembangkan kendaraan listrik, teknologi kapal, mesin berbahan bakar fleksibel, serta inovasi pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BRIN juga mengembangkan kapal nelayan bertenaga listrik yang berpotensi mengurangi biaya operasional energi hingga 70 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

Di bidang kesehatan, BRIN menghasilkan berbagai inovasi berupa vaksin, teknologi diagnosis, radiofarmaka, dan alat kesehatan. Sedangkan di sektor industri, BRIN berhasil mengembangkan sepatu sekolah berbahan karet lokal dengan teknologi One Piece Injection Molding yang diproduksi dengan biaya di bawah Rp70 ribu, serta smart insole untuk kebutuhan rehabilitasi medis, olahraga, dan keselamatan kerja.

Selain itu, BRIN terus mengembangkan teknologi strategis lainnya, seperti pengolahan mineral kritis, teknologi nuklir, sistem rumah modular, pelindung pantai untuk Giant Sea Wall, hingga teknologi pengelolaan sampah dan desalinasi air.

Arif Satria menegaskan bahwa penguasaan teknologi merupakan fondasi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi pengembang teknologi nasional. Menurutnya, kesiapan teknologi, termasuk di bidang nuklir, perlu dibangun sejak sekarang sebagai bekal apabila Indonesia memasuki era pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Menutup laporannya, Arif menyampaikan bahwa berbagai produk yang dipamerkan bukan sekadar hasil penelitian, melainkan bukti kemampuan Indonesia dalam membangun kemandirian teknologi. Ia optimistis dukungan Presiden Prabowo akan semakin memperkuat peran riset dan inovasi dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (DKI1)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemkab Tapanuli Utara Resmi Perpanjang Tenor Pinjaman PEN Menjadi 15 Tahun

Ekonomi

Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,73 Persen pada Triwulan II 2026, Angka Kemiskinan Terus Menurun

Ekonomi

Prabowo Jamu PM Thailand Anutin di Istana Negara, Perkuat Kemitraan Strategis Kedua Negara

Ekonomi

Wamen ESDM Tinjau PLTP Sarulla, Investasi Rp4,8 Triliun Disiapkan Pulihkan Kapasitas Listrik

Ekonomi

Pemkab Taput Apresiasi Pembangunan Jembatan Gantung Asa SCTV di Desa Parbaju Toruan

Ekonomi

Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Bangsa Harus Sejalan dengan Pelestarian Lingkungan