Surakarta (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk Tim Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Geopark sebagai langkah memperkuat pengelolaan kawasan geopark sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Dilansir dari laman Jatengprov, pembentukan tim tersebut disosialisasikan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan
Geopark Jawa Tengah di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Surakarta, Rabu.
Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan struktur organisasi perangkat daerah (SOTK) terbaru sekaligus memperkuat sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Ketua Kelompok Kerja ESDM Biro Perekonomian Setda Provinsi
Jawa Tengah Nanang Aribowo mengatakan pengembangan geopark tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja karena melibatkan berbagai sektor, mulai dari konservasi, edukasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga pembangunan sarana dan prasarana.
"Pengembangan geopark membutuhkan koordinasi lintas sektor agar seluruh program dapat berjalan selaras dan saling mendukung," ujarnya.
Saat ini,
Jawa Tengah memiliki enam kawasan geopark, terdiri atas dua UNESCO Global
Geopark, yakni Gunungsewu dan Kebumen,
Geopark Nasional Dieng, Geoheritage Klaten yang sedang menuju status nasional, serta dua kawasan yang diusulkan, yaitu Geoheritage Blora dan Geoheritage Brebes.
Menurut Nanang, keberadaan geopark tidak hanya berfungsi melestarikan kekayaan geologi dan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik wisata, membuka lapangan kerja, mengembangkan usaha masyarakat, memperkuat sektor transportasi dan akomodasi, serta menjadi pusat edukasi dan penelitian.
Pada 2026, pengembangan geopark melibatkan 14 OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah. Masing-masing OPD akan menyusun program sesuai tugas dan kewenangannya untuk mendukung pengembangan geopark secara terpadu.