Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga telur ayam ras yang saat ini berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram.
Dilansir dari laman Kementan, langkah tersebut diambil guna melindungi peternak ayam petelur dari kerugian yang terus berlanjut. Keputusan itu dihasilkan dalam rapat koordinasi yang melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, Bulog, koperasi peternak, industri pakan, serta pelaku usaha di Kantor Pusat Kementan, Senin.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah berpihak kepada peternak rakyat dan akan memastikan berbagai persoalan yang dihadapi segera ditangani. "Selama di tangan saya, persoalan peternak harus selesai. Pemerintah berpihak kepada peternak kecil," tegas Amran.
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah untuk memulihkan harga telur, di antaranya menunda kenaikan harga pakan, meningkatkan penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai HAP, mempercepat distribusi jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta memperketat pengawasan terhadap praktik perdagangan telur yang merugikan peternak.
Sebagai tindak lanjut, Kementan akan menyurati Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan pembelian telur dari peternak di daerah masing-masing sesuai harga acuan. Pemerintah juga akan mengusulkan penyerapan telur melalui skema Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai salah satu instrumen stabilisasi harga.
Selain itu, pemerintah bersama Satgas Pangan akan meningkatkan pengawasan terhadap pelaku usaha yang membeli maupun menjual telur jauh di bawah harga acuan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pemerintah melakukan intervensi dari sisi produksi maupun permintaan agar harga telur segera kembali normal.
Menurutnya, pengaturan produksi dilakukan agar pasokan sesuai kebutuhan pasar, sementara dari sisi permintaan penyerapan telur akan diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis dengan melibatkan SPPG di berbagai daerah.