Wamen ESDM Tinjau PLTP Sarulla, Investasi Rp4,8 Triliun Disiapkan Pulihkan Kapasitas Listrik

Administrator - Jumat, 31 Juli 2026 22:43 WIB
Bupati Taput JTP Hutabarat didampingi staf saat mengadakan pertemuan dengan Wamen ESDM Yuliot Tanjung dengan pihak PT SOL, Jumat (31/7/2026).

Tarutung (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyatakan komitmennya mendukung penuh revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla yang akan digelontor investasi baru senilai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, saat menyambut kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, di kompleks PLTP Sarulla, Kecamatan Pahae Julu, Jumat (31/7/2026).

Kunjungan kerja itu dilakukan untuk meninjau langsung kondisi operasional PLTP Sarulla sekaligus membahas rencana revitalisasi fasilitas pembangkit agar kapasitas produksinya kembali mencapai daya terpasang sebesar 330 Megawatt (MW).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jonius Hutabarat mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM terhadap keberlanjutan investasi PT Sarulla Operations Ltd (SOL) di Tapanuli Utara. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama ini telah memberikan manfaat bagi pembangunan daerah serta membuka berbagai peluang ekonomi bagi masyarakat.

Bupati juga mengusulkan agar sisa energi atau gas panas bumi dari PLTP Sarulla dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi mesin pengering hasil pertanian. Menurutnya, pemanfaatan energi tersebut sangat relevan karena kawasan Pahae merupakan sentra produksi jagung dan kopi di Kabupaten Tapanuli Utara.

"Pemanfaatan energi geothermal untuk pengeringan hasil pertanian diharapkan mampu mendorong hilirisasi produk pertanian, meningkatkan kualitas hasil panen, serta menambah pendapatan para petani," ungkap Bupati.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa kapasitas produksi PLTP Sarulla saat ini turun menjadi sekitar 220 MW akibat menurunnya tekanan uap alami pada reservoir panas bumi.

Untuk mengembalikan kapasitas pembangkit ke kondisi optimal, PT Sarulla Operations Ltd akan melaksanakan program revitalisasi melalui investasi baru senilai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun. Tahapan administrasi ditargetkan selesai pada Oktober 2026, sedangkan pekerjaan fisik dan peningkatan kapasitas produksi akan dilaksanakan pada 2027 hingga 2028.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan akan terus memfasilitasi seluruh proses administrasi daerah serta menjaga iklim investasi yang kondusif demi mendukung kelancaran revitalisasi PLTP Sarulla. Proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan energi nasional di Pulau Sumatra, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara. (Galung)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemkab Taput Tanam Serentak 2,2 Juta Bibit Kopi Arabika

Ekonomi

Pemerintah Targetkan Produksi E20 dalam Dua Tahun, Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu

Ekonomi

Pemkab Taput Perkuat Promosi Pariwisata dan UMKM Lewat Media Sosial

Ekonomi

Wabup Taput Tegaskan ASN Harus Profesional, Berintegritas dan Cepat Melayani Masyarakat

Ekonomi

Pemkab Taput Perkuat Pengelolaan Data Statistik Sektoral

Ekonomi

15 Kegiatan Pemulihan Pascabencana di Taput Rampung, Dua Segera Tuntas