Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong PUD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset melalui pengembangan fasilitas cold storage dan hilirisasi produk daging.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kinerja perusahaan daerah agar tidak hanya bergantung pada pendapatan dari jasa pemotongan ternak, tetapi juga memiliki sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
Arahan itu disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi PUD RPH Triwulan III di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa.
Rapat turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota
Medan Wiriya Alrahman, Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, pimpinan perangkat daerah, Direktur Utama PUD RPH Irwansyah Gultom, serta jajaran direksi. Dalam arahannya, Rico meminta jajaran direksi tidak lagi bersikap pasif dalam mencari peluang usaha.
Ia menginstruksikan agar direksi aktif menawarkan proposal kerja sama kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang daging, termasuk di Pulau Jawa, guna meningkatkan aktivitas bisnis PUD RPH.
"Kalau memang perlu, jemput bola. Datangi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang daging, tawarkan proposal kerja sama. Kita tidak bisa lagi hanya menunggu peluang datang," tegas Rico.
Namun demikian, Rico mengingatkan bahwa upaya menarik investor harus dibarengi dengan pembenahan internal perusahaan. Menurutnya, tata kelola organisasi, sistem kerja, dan standar operasional perlu diperkuat agar calon mitra memiliki kepercayaan untuk berinvestasi.
Ia juga menyoroti kondisi pendapatan PUD RPH yang dinilai masih belum sebanding dengan aset yang dimiliki. Dengan luas lahan sekitar lima hektare, pendapatan perusahaan dinilai belum mampu menciptakan kondisi keuangan yang sehat.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, jumlah pemotongan sapi tertinggi masih berkisar 892 ekor per bulan. Angka tersebut dinilai belum cukup untuk mendorong peningkatan kinerja keuangan perusahaan secara signifikan.