Medan (buseronline.com) - Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meresmikan
Jembatan Perintis Garuda di Jalan Adisucipto, Gang Rel, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Selasa.
Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter itu kembali menghubungkan Kecamatan Medan Polonia, Medan Johor, dan Medan Maimun setelah akses sebelumnya terputus akibat jembatan lama yang runtuh diterjang banjir.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan akses jembatan yang kini dapat digunakan masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut mengakhiri kondisi yang selama ini memaksa warga, termasuk para pelajar, menyeberangi sungai melalui pipa air yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil sinergi antara TNI Angkatan Darat, Pemerintah Kota Medan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut, katanya, menjadi kunci sehingga pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
"Ini adalah bentuk sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat. Kami membantu masyarakat keluar dari kesulitan, terutama untuk mendapatkan akses transportasi yang layak," ujar Hendy.
Menurutnya, pembangunan jembatan itu merupakan bagian dari program percepatan pembangunan 6.000 jembatan yang dijalankan pemerintah. Hingga kini, Kodam I/Bukit Barisan telah membangun 323 jembatan di berbagai wilayah Sumut, yang terdiri atas jembatan Bailey, Aramco, dan Perintis.
Hendy menuturkan pembangunan
Jembatan Perintis Garuda dilakukan setelah melihat kondisi masyarakat yang harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberang melalui pipa air. Ia menegaskan Kodam I/Bukit Barisan siap membantu pembangunan jembatan serupa apabila terdapat akses warga yang terputus akibat bencana maupun kondisi mendesak lainnya.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyebut kehadiran Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti bahwa koordinasi yang cepat dan sinergi antarlembaga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Ia menjelaskan jembatan lama merupakan bekas jalur rel kereta api yang telah dimanfaatkan warga selama puluhan tahun sebagai penghubung dua kecamatan. Setelah rusak akibat banjir pada 2024, aktivitas masyarakat terganggu karena akses tersebut tidak lagi dapat digunakan.