Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) sebagai fondasi operasional perusahaan.
Dilansir dari laman
Pertamina, upaya tersebut dilakukan seiring langkah
Pertamina menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju bisnis energi yang berkelanjutan.
Komitmen itu ditegaskan melalui penyelenggaraan HSSE Leadership Forum 2026 bertajuk Managing Climate Risk in Oil & Gas Business: Strengthening Resilience and Sustainability Across the Value Chain yang digelar di Auditorium PGAS, Jakarta, Rabu.
Dalam forum tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan perubahan iklim tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekonomi karbon.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa hutan tropis, ekosistem laut, dan keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendukung upaya penurunan emisi.
"Dunia saat ini berlomba-lomba menurunkan emisi gas rumah kaca. Namun, upaya itu tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan dunia usaha melalui berbagai skema, termasuk perdagangan karbon," ujar Jumhur.
Ia menjelaskan, rehabilitasi hutan mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi melalui perdagangan kredit karbon. Karena itu, ia mendorong perusahaan-perusahaan nasional untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan pasar karbon Indonesia.
"Climate risk sebetulnya adalah bisnis. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan saya berharap perusahaan-perusahaan Indonesia menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan peluang tersebut," katanya.
Selain itu, Jumhur menilai penerapan HSSE merupakan wujud penghormatan terhadap keselamatan dan kesehatan manusia yang harus menjadi budaya di setiap organisasi dan perusahaan.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama
Pertamina Oki Muraza menegaskan
Pertamina terus menjalankan mandat pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, di saat yang sama mempercepat berbagai inisiatif dekarbonisasi di seluruh rantai bisnis perusahaan.